Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 30 April 2015 : SEJARAH DAN PELAYANAN, DUA CIRI JATIDIRI ORANG KRISTIANI

Bacaan Ekaristi : Kis 13:13-25; Yoh 13:16-20

Seorang Kristiani tidak berjalan sendirian : ia termasuk dalam suatu umat dan sebuah sejarah sekuler, serta dipanggil untuk menempatkan dirinya dalam pelayanan terhadap orang lain. "Sejarah dan pelayanan" adalah kata-kata kunci permenungan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi, 30 April 2015, di Casa Santa Marta, Vatikan. Sejarah, dan dengan demikian kenangan daripadanya, bersama dengan pelayanan, Paus Fransiskus mengatakan, adalah "dua ciri jati diri orang Kristiani" yang direnungkan dalam liturgi hari itu.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 28 April 2015 :DOA YANG RENDAH HATI ADALAH KUNCI KEARIFAN

Bacaan Ekaristi : Kis 11:19-26; Yoh 10:22-30

Mintalah kepada Tuhan "rahmat untuk takut ketika Roh, dengan keyakinan, memberitahu saya untuk mengambil sebuah langkah maju". Juga mintalah "keberanian apostolik untuk menjalani hidup dan tidak untuk membuat sebuah museum kenangan hidup Kristiani kita". Dengan saran ganda ini Paus Fransiskus mengakhiri homilinya dalam Misa harian Selasa pagi 28 April 2015 di Casa Santa Marta, Vatikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PENAHBISAN IMAM 26 April 2015

Bacaan Ekaristi : Kis 4:8-12; 1Yoh 3:1-2; Yoh 10:11-18

Paus Fransiskus menahbiskan 19 diakon menjadi iman pada hari Minggu pagi 26 April 2015 di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Penahbisan ini bertepatan dengan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan ke-52. Ke-19 diakon tersebut berasal dari delapan negara yang berbeda dan semuanya berusia kurang dari 40 tahun. Sembilan diakon berasal dari Italia, serta 10 diakon lainnya berasal dari Madagaskar, India, Peru, Kolombia, Cili, Korea Selatan, and Kroasia. Pentahbisan oleh Paus adalah sebuah tradisi yang dimulai oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1993. Sekarang penahbisan itu berlangsung setiap Hari Minggu Paskah IV, yang juga merupakan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan. Tema Hari Doa Sedunia untuk Panggilan tahun ini adalah "Keluaran, sebuah pengalaman dasariah panggilan". Berikut adalah homili Paus Fransiskus dalam Misa tersebut.
**********************

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 24 April 2015 : IMAN KITA ADALAH SEBUAH PERJUMPAAN DENGAN YESUS

Bacaan Ekaristi : Kis. 9:1-20; Yoh. 6:52-59

Setiap pria dan wanita memiliki sebuah perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Sebuah perjumpaan sejati dan aktual yang secara radikal dapat mengubah hidupnya. Rahasianya terletak tidak hanya dalam menyadarinya, tetapi juga dalam tidak pernah melupakannya, sehingga menjaga kesegaran dan keindahannya. Paus Fransiskus berbagi pemikiran-pemikiran ini dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi 24 April 2015 di Casa Santa Marta, Vatikan, bersama dengan beberapa pekerjaan rumah dan saran praktis: berdoa bagi rahmat untuk mengingat dan kemudian membaca Injil sekali lagi, untuk mengenalinya dalam banyak perjumpaan dengan Yesus .

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 21 April 2015 : GEREJA HARI INI ADALAH SEBUAH GEREJA PARA MARTIR

Bacaan Ekaristi : Kis. 7:51-8:1a; Yoh. 6:30-35

Paus Fransiskus hari ini mengatakan bahwa "Gereja kita adalah sebuah Gereja para martir". Dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 21 April 2015 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengingat banyak orang Kristiani yang saat ini sedang dianiaya dan dibunuh karena iman mereka.

Menarik inspirasi dari Bacaan Pertama dalam Misa hari itu (Kis. 7:51-8:1a) yang menceritakan tentang perajaman dan kemartiran Stefanus, martir Kristen pertama, Paus Fransiskus mengingat "saudara-saudara kita yang tenggorokan telah digorok di pantai Libya", beliau berbicara tentang "anak muda yang dibakar hidup-hidup oleh teman-temannya karena ia Kristen", kenangnya, "para migran yang dilemparkan dari perahu mereka ke dalam laut lepas" karena, mereka juga adalah orang-orang Kristen.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 20 April 2015 : MENGHINDARI GODAAN MENGUBAH IMAN KE DALAM KEKUASAAN DUNIAWI

Bacaan Ekaristi : Kis. 6:8-15; Yoh. 6:22-29

Dalam homilinya dalam Misa harian Senin pagi 20 April 2015 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa orang-orang Kristiani dipanggil untuk mengikuti teladan para kudus dan para martir, yang tidak menyerah pada godaan mencari kekuasaan. Bapa Suci merenungkan Injil hari itu (Yoh. 6:22-29), yang di dalamnya orang banyak mencari Yesus setelah penggandaan roti dan ikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 17 April 2015 : KERENDAHAN HATI ORANG KRISTIANI BUKANLAH MASOKISME, TETAPI KASIH

Bacaan Ekaristi : Kis. 5:34-42; Yoh. 6:1-15

Penghinaan demi kepentingannya sendiri adalah masokisme, tetapi ketika ia menderita dan menanggung dalam nama Injil ia membuat kita seperti Yesus. Itulah yang dikatakan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi 17 April 2015 di Casa Santa Marta, Vatikan, ketika beliau mengundang orang-orang Kristiani untuk tidak pernah menumbuhkan sentimen kebencian, tetapi meluangkan waktu mereka untuk menemukan dalam diri mereka sendiri sentimen dan sikap yang berkenan kepada Allah: kasih dan dialog.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 16 April 2015 : ORANG-ORANG YANG TIDAK TAHU BERDIALOG TIDAK TAAT KEPADA ALLAH

Bacaan Ekaristi : Kis 5:27-33; Yoh 3:31-36

Dalam Misa harian Kamis pagi 16 April 2015 Paus Fransiskus mempersembahkan Misa di Casa Santa Marta, Vatikan untuk pendahulunya, Paus Emeritus Benediktus XVI yang hari itu berulang tahun ke-88. "Saya ingin mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Benediktus XVI", kata Paus Fransiskus dalam Misa tersebut. "Saya mempersembahkan Misa untuk beliau, dan saya mengundang Anda untuk berdoa bagi beliau, agar Tuhan sudi mendukung beliau dan menganugerahkan kepada beliau banyak sukacita dan kebahagiaan".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 14 April 2015 : KESELARASAN, KEMISKINAN DAN KESABARAN

Bacaan Ekaristi : Kis. 4:32-37; Yoh. 3:7-15

Ada tiga macam rahmat untuk dimohonkan komunitas-komunitas Kristiani : keselarasan, kemiskinan dan kesabaran. Dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 14 April 2015 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus melanjutkan permenungannya mengenai percakapan antara Yesus dan Nikodemus. Homili Bapa Suci bertema "kelahiran kembali", yang bagi Gereja menandakan "dilahirkan kembali dalam Roh".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 13 April 2015 : KEBERANIAN BERBICARA KEBENARAN ADALAH KARUNIA ROH KUDUS

Bacaan Ekaristi : Kis 4:23-31; Yoh 3:1-8

Gereja adalah sebuah tempat "keterbukaan" di mana orang-orang harus mengatakan hal-hal dengan keterusterangan. Itulah yang dikatakan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian pagi 13 April 2015 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus menambahkan bahwa hanya Roh Kudus yang dapat mengubah sikap kita, kisah hidup kita, dan memberikan kita keberanian - seperti para Rasul yang diilhami oleh kebangkitan Kristus.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI MINGGU PASKAH II (HARI MINGGU KERAHIMAN ILAHI) 12 April 2015

Bacaan Ekaristi : Kis 4:32-35; 1Yoh 5:1-6; Yoh 20:19-31

Paus Fransiskus merayakan Misa Hari Minggu Paskah II di Basilika Santo Petrus, Vatikan pada hari Minggu pagi 12 April 2015. Hari Minggu Paskah II bertepatan dengan Oktaf Paskah dan merupakan Hari Minggu Kerahiman Ilahi, serta kadang-kadang disebut juga Hari Minggu Quasimodo. Dalam Misa tersebut Paus Fransiskus mengumumkan Santo Gregorius dari Narek, seorang biarawan dan mistikus Armenia abad 10, sebagai Pujangga Gereja. Misa juga menandai peringatan 100 tahun awal rezim Medz Yeghern, yang di dalamnya sebanyak 1,5 juta orang Armenia tewas di bawah Kekaisaran Ottoman. Berikut adalah homili Bapa Suci dalam Misa tersebut.
***************

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA VIGILI PASKAH 4 APRIL 2015 : PARA PEREMPUAN MENGAJARKAN KITA UNTUK MASUK KE DALAM MISTERI PASKAH

Bacaan Ekaristi : Kej 1:1-2:2; Kej 22:1-18; Kel 14:15-15:1; Yes 54:5-14; Yes 55:1-11; Bar 3:9-15,32-4:4; Yeh 36:16-17a,18-28; Rm 6:3-11; Mrk 16:1-8

Malam ini adalah sebuah malam berjaga.

Tuhan tidak tidur; Sang Penjaga sedang mengawasi umat-Nya (Mzm 121:4), untuk membawa mereka keluar dari perbudakan dan untuk membuka di hadapan mereka jalan bagi kebebasan. Tuhan sedang mengawasi dan, dengan kekuatan kasih-Nya, Ia sedang membawa umat-Nya melalui Laut Merah. Ia juga sedang membawa Yesus melalui jurang kematian dan akhirat. Ini adalah sebuah malam berjaga-jaga bagi murid-murid Yesus, sebuah malam kesedihan dan ketakutan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI KAMIS PUTIH 2 April 2015 DI PENJARA REBIBBIA, ROMA : YESUS MEMILIKI BEGITU BANYAK KASIH SEHINGGA IA MENJADIKAN DIRINYA HAMBA UNTUK MELAYANI, MENYEMBUHKAN DAN MEMBERSIHKAN KITA

Bacaan Ekaristi : Kel 12:1-8,11-14; 1Kor 11:23-26; Yoh 13:1-15

Hari Kamis ini, Yesus berada di meja dengan para murid, merayakan hari raya Paskah. Perikop Injil yang telah kita dengar mengatakan sebuah kata yang justru merupakan pusat dari apa yang dilakukan Yesus bagi kita semua. "Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya" (Yoh 13:1). Yesus mengasihi kita. Yesus mengasihi kita. Tetapi tanpa batas, selalu sampai kepada kesudahannya. kasih Yesus bagi kita tidak memiliki batas, ia selalu lebih. Ia tidak pernah lelah mengasihi siapa pun. Ia mengasihi kita semua hingga titik memberikan hidup-Nya. Ya, Ia memberikan hidup-Nya bagi kita semua, Ia memberikan hidup-Nya bagi kita masing-masing. Dan kita masing-masing dapat mengatakan : "Ia memberikan hidup-Nya bagiku". Ia memberikan hidup-Nya bagi kalian, bagi kalian, bagi kalian, bagi saya bagi masing-masing orang, dengan nama pertama dan terakhir, karena kasih-Nya adalah seperti itu : bersifat pribadi.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA KRISMA 2 April 2015 : PARA IMAM, JANGANLAH MENYERAH PADA KELETIHAN DAN GUNAKANLAH WAKTU ISTIRAHAT KALIAN DENGAN BAIK

Bacaan Ekaristi : Yes 61:1-3a,6a,8b-9; Mzm 89:21-22,25,27; Why 1:5-8; Luk 4:16-21

“Tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia" (Mzm 89:22).

Inilah yang dimaksudkan Tuhan ketika Ia mengatakan: "Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus"(ayat 21). Ini juga apa yang dipikirkan Bapa kita setiap kali ia "menjumpai" seorang imam. Dan Ia melanjutkan dengan mengatakan: "Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia ... Dia pun akan berseru kepada-Ku: 'Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku'" (ayat 25,27).