Liturgical Calendar

HOMILI PAUS LEO XIV DALAM MISA PESTA PEMBAPTISAN TUHAN 11 Januari 2026

Bacaan Ekaristi : Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat. 3:13-17.

 

Saudara-saudari terkasih,

 

Ketika Tuhan memasuki sejarah, Ia mendekati kehidupan setiap orang dengan hati yang terbuka dan rendah hati. Ia mencari tatapan kita dengan tatapan-Nya sendiri, penuh kasih, dan berbicara dengan kita, mengungkapkan Sabda keselamatan. Menjadi manusia, Putra Allah memungkinkan bagi setiap orang suatu kemungkinan yang mengejutkan, mengawali zaman baru yang tak terduga, bahkan bagi para nabi.

 

Yohanes Pembaptis segera menyadari hal ini dan bertanya kepada Yesus, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, tetapi Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:14). Seperti terang dalam kegelapan, Tuhan membiarkan diri-Nya ditemukan di tempat yang paling tidak kita duga: Yang Maha Kudus di antara orang berdosa yang ingin tinggal di antara kita tanpa menjaga jarak, tetapi sepenuhnya merangkul semua yang manusiawi. “Biarlah hal itu terjadi sekarang,” jawab Yesus kepada Yohanes, “karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran” (ayat 15). Kebenaran apa? Kebenaran Allah, yang dalam pembaptisan Yesus menghasilkan pembenaran kita: dalam belas kasihan-Nya yang tak terbatas, Bapa menjadikan kita benar melalui Kristus-Nya, satu-satunya Juruselamat semua orang. Bagaimana ini terjadi? Yesus yang dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan menjadikan tindakan ini sebagai tanda baru kematian dan kebangkitan, pengampunan dan persekutuan. Inilah sakramen yang kita rayakan hari ini untuk anak-anak-Mu ini: karena Allah mengasihi mereka, mereka menjadi umat kristiani, saudara-saudari kita.

 

Anak-anak yang kini kamu gendong telah berubah menjadi ciptaan baru. Sama seperti mereka menerima kehidupan darimu, orang tua mereka, kini mereka menerima makna untuk menjalani hidup: iman. Ketika kita tahu sesuatu itu penting, kita segera mencarinya untuk orang-orang yang kita cintai. Siapa di antara kita yang akan meninggalkan bayi yang baru lahir tanpa pakaian atau makanan, menunggu mereka memilih cara berpakaian dan apa yang akan dimakan ketika mereka dewasa? Saudara-saudari terkasih, jika makanan dan pakaian diperlukan untuk hidup, iman bahkan lebih diperlukan, karena bersama Allah, hidup menemukan keselamatan.

 

Kasih ilahi-Nya terwujud di bumi melalui dirimu, para ibu dan ayah, yang memohon iman bagi anak-anakmu. Tentu, akan datang hari ketika mereka menjadi terlalu berat untuk digendong, dan akan datang pula hari ketika merekalah yang akan menopangmu. Semoga pembaptisan, yang menyatukan kita dalam satu keluarga Gereja, menguduskan seluruh keluargamu setiap saat, memberikan kekuatan dan keteguhan pada kasih sayang yang mengikatmu bersama.

 

Gerakan-gerakan yang akan kita lakukan sebentar lagi adalah kesaksian yang indah akan hal ini: air dari bejana baptis adalah pembasuhan dalam Roh, yang menyucikan kita dari segala dosa; pakaian putih adalah busana baru yang diberikan Allah Bapa kepada kita untuk pesta abadi Kerajaan-Nya; lilin yang dinyalakan dari lilin Paskah adalah terang Kristus yang bangkit, yang menerangi jalan kita. Saya berharap kamu mengikutinya dengan sukacita selama tahun yang baru saja dimulai dan sepanjang hidupmu, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan selalu menyertai langkahmu.

_____

(Peter Suriadi - Bogor, 12 Januari 2026)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.