Bacaan
Ekaristi : Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Mat.
3:13-17.
Saudara-saudari
terkasih,
Ketika
Tuhan memasuki sejarah, Ia mendekati kehidupan setiap orang dengan hati yang
terbuka dan rendah hati. Ia mencari tatapan kita dengan tatapan-Nya sendiri,
penuh kasih, dan berbicara dengan kita, mengungkapkan Sabda keselamatan.
Menjadi manusia, Putra Allah memungkinkan bagi setiap orang suatu kemungkinan
yang mengejutkan, mengawali zaman baru yang tak terduga, bahkan bagi para nabi.
Yohanes
Pembaptis segera menyadari hal ini dan bertanya kepada Yesus, “Akulah yang
perlu dibaptis oleh-Mu, tetapi Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:14).
Seperti terang dalam kegelapan, Tuhan membiarkan diri-Nya ditemukan di tempat
yang paling tidak kita duga: Yang Maha Kudus di antara orang berdosa yang ingin
tinggal di antara kita tanpa menjaga jarak, tetapi sepenuhnya merangkul semua
yang manusiawi. “Biarlah hal itu terjadi sekarang,” jawab Yesus kepada Yohanes,
“karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran” (ayat 15).
Kebenaran apa? Kebenaran Allah, yang dalam pembaptisan Yesus menghasilkan
pembenaran kita: dalam belas kasihan-Nya yang tak terbatas, Bapa menjadikan
kita benar melalui Kristus-Nya, satu-satunya Juruselamat semua orang. Bagaimana
ini terjadi? Yesus yang dibaptis oleh Yohanes di Sungai Yordan menjadikan
tindakan ini sebagai tanda baru kematian dan kebangkitan, pengampunan dan
persekutuan. Inilah sakramen yang kita rayakan hari ini untuk anak-anak-Mu ini:
karena Allah mengasihi mereka, mereka menjadi umat kristiani, saudara-saudari
kita.
Anak-anak
yang kini kamu gendong telah berubah menjadi ciptaan baru. Sama seperti mereka
menerima kehidupan darimu, orang tua mereka, kini mereka menerima makna untuk
menjalani hidup: iman. Ketika kita tahu sesuatu itu penting, kita segera
mencarinya untuk orang-orang yang kita cintai. Siapa di antara kita yang akan
meninggalkan bayi yang baru lahir tanpa pakaian atau makanan, menunggu mereka
memilih cara berpakaian dan apa yang akan dimakan ketika mereka dewasa?
Saudara-saudari terkasih, jika makanan dan pakaian diperlukan untuk hidup, iman
bahkan lebih diperlukan, karena bersama Allah, hidup menemukan keselamatan.
Kasih
ilahi-Nya terwujud di bumi melalui dirimu, para ibu dan ayah, yang memohon iman
bagi anak-anakmu. Tentu, akan datang hari ketika mereka menjadi terlalu berat
untuk digendong, dan akan datang pula hari ketika merekalah yang akan
menopangmu. Semoga pembaptisan, yang menyatukan kita dalam satu keluarga
Gereja, menguduskan seluruh keluargamu setiap saat, memberikan kekuatan dan
keteguhan pada kasih sayang yang mengikatmu bersama.
Gerakan-gerakan
yang akan kita lakukan sebentar lagi adalah kesaksian yang indah akan hal ini:
air dari bejana baptis adalah pembasuhan dalam Roh, yang menyucikan kita dari
segala dosa; pakaian putih adalah busana baru yang diberikan Allah Bapa kepada
kita untuk pesta abadi Kerajaan-Nya; lilin yang dinyalakan dari lilin Paskah adalah
terang Kristus yang bangkit, yang menerangi jalan kita. Saya berharap kamu
mengikutinya dengan sukacita selama tahun yang baru saja dimulai dan sepanjang
hidupmu, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan selalu menyertai langkahmu.
_____
(Peter Suriadi - Bogor, 12 Januari 2026)


No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.