Dalam kelemahan godaan, yang kita semua alami, rahmat Yesus membantu kita untuk tidak menyembunyikan diri kita dari Tuhan, tetapi mengusahakan pengampunan untuk bangkit dan berjalan maju. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi 10 Februari 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan. Bapa Suci merenungkan godaan iblis pada Adam maupun Hawa, dalam Bacaan Pertama, dan pada Yesus dalam Bacaan Injil. Dengan iblis, Paus Fransiskus mengatakan, tidak ada dialog, karena dialog dengan iblis berujung dalam dosa dan korupsi.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 9 Februari 2017 : PEREMPUAN MEMBAWA KESELARASAN YANG MENJADIKAN DUNIA SEBUAH TEMPAT YANG INDAH
"Tanpa para perempuan, tidak ada keselarasan di dunia". Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi 9 Februari 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan. Pusat permenungan Paus Fransiskus adalah penciptaan perempuan, seperti yang diceritakan dalam Kitab Kejadian. Laki-laki dan perempuan tidak sama; yang satu tidak lebih unggul dari yang lain. Tetapi perempuanlah, dan bukan laki-laki, yang membawa keselarasan itu yang menjadikan dunia sebuah tempat yang indah.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 7 Februari 2017 : ALLAH MENCIPTAKAN KITA SEBAGAI ANAK-ANAK MENURUT CITRA-NYA
Tiga karunia Allah dalam Penciptaan : Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya, menjadikannya penguasa bumi, dan memberinya seorang perempuan di sisinya untuk dikasihi. Paus Fransiskus menyampaikan hal tersebut dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 7 Februari 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 6 Februari 2017 : TERBUKA UNTUK MENERIMA KARUNIA-KARUNIA ALLAH
Kebebasan kristiani. Itulah pokok homili Paus Fransiskus dalam Misa harian Senin pagi 6 Februari 2017 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan. Beliau mengatakan bahwa pengikut Kristus adalah "seorang hamba" - tetapi demi kasih, bukan demi tugas, dan mendesak umat beriman untuk tidak bersembunyi dalam "kekakuan" Perintah-perintah Allah.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PESTA YESUS DIPERSEMBAHKAN DI BAIT ALLAH (HARI HIDUP BAKTI SEDUNIA KE-21) 2 Februari 2017
Ketika orang tua Yesus membawa Sang Anak untuk memenuhi ketentuan Hukum Taurat, Simeon, "dibimbing oleh Roh" (Luk 2:27), menatang Anak itu dan melantunkan sebuah kidung berkat dan pujian. "Mataku"', ia berkata, "telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel" (Luk 2:30-32). Simeon tidak hanya melihat, tetapi teristimewa menggenggam harapan yang lama dinanti-nantikan, yang memenuhi dirinya dengan kegembiraan. Hatinya bersukacita karena Allah telah datang untuk tinggal di antara umat-Nya; ia merasakan kehadiran-Nya dalam daging.
Subscribe to:
Posts (Atom)




