Kerendahan hati Kristiani yang sesungguhnya adalah keutamaan seperti anak kecil dan tidak pernah merupakan kerendahan hati yang dibuat-buat. Paus Fransiskus mengatakan hal tersebut dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 29 November 2016 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.
HOMILI PAUS FRANSISKUS 28 November 2016 : TIGA SIKAP DALAM PERJALANAN UNTUK BERJUMPA YESUS
Iman kristiani bukanlah sebuah teori atau sebuah ilmu filsafat - ia adalah perjumpaan dengan Yesus. Itulah pesan yang disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa pagi 28 November 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus menekankan bahwa untuk sungguh berjumpa dengan Yesus kita harus melakukan perjalanan dengan tiga sikap : berjaga-jaga dalam doa, giat beramal, bermegah dalam pujian.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 25 November 2016 : KUTUKAN KEKAL BUKANLAH RUANG PENYIKSAAN TETAPI MENJAUH DARI ALLAH
Paus Fransiskus mengatakan kutukan kekal bukanlah ruang penyiksaan tetapi menjauh dari Allah. Selain itu, beliau memperingatkan orang-orang Kristiani agar jangan pernah bergaul dengan setan, yang disebutnya penggoda yang meruntuhkan kehidupan. Itulah yang disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi 25 November 2016 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 24 November 2016 : KORUPSI MERUPAKAN PENGHUJATAN YANG MENGARAH PADA PEMUJAAN UANG
Bacaan Ekaristi : Why 18:1-2,21-23; Mzm 100:2-5; Luk 21:20-28
Korupsi merupakan bentuk penghujatan yang mengarah pada pemujaan uang dan eksploitasi orang lain. Itulah yang dikatakan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Kamis pagi 23 November 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Bapa Suci merenungkan bacaan-bacaan liturgi hari itu yang berbicara tentang akhir dunia, penghakiman dan penebusan bagi umat Allah yang setia, Beliau berbicara tentang korupsi yang menyebabkan jatuhnya kota besar Babel.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 22 November 2016 : KEMATIAN TIDAK PERLU DITAKUTI JIKA KITA SETIA KEPADA ALLAH
Paus Fransiskus mengatakan kematian tidak perlu ditakuti jika kita setia kepada Allah, tetapi memperingatkan agar tidak terjebak dengan mendasarkan kehidupan kita di sekitar hal-hal dangkal yang mudah dipahami seolah-olah kita tidak akan meninggal. Itulah pokok permenungan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 12 November 2016 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)




