"Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata" (Tit 2:11). Kata-kata Rasul Paulus mengungkapkan misteri malam suci ini : kasih karunia Allah telah tampak, karunia-Nya cuma-cuma; dalam diri Sang Anak yang dikaruniakan kepada kita kasih Allah menjadi terlihat.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA ULANG TAHUNNYA YANG KE-80 17 Desember 2016
Pada saat di mana pengharapan yang berjaga-jaga menjadi lebih intens dalam perjalanan Adven; pada saat ini yang di dalamnya Gereja hari ini mulai berdoa dengan antifon-antifon yang agung, sebuah saat yang intens yang di dalamnya kita mendekati Natal, Liturgi membuat kita berhenti sejenak. Ia mengatakan : "Marilah kita berhenti sejenak", dan kita memiliki perikop Injil yang kita baca ini. Apa artinya berhenti sejenak pada saat yang sedang berkembang dalam intensitas? Gereja hanya menginginkan kita mengingat : "Berhenti sejenak dan mengingat. Melihat ke belakang, melihat jalan tersebut". Kenangan : Sikap kitab Ulangan yang memberi roh begitu banyak kekuatan. Kenangan yang ditekankan oleh Kitab Suci itu sendiri sebagai cara untuk berdoa, untuk berjumpa dengan Allah. "Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu", penulis Surat Ibrani mengatakan kepada kita (13:7). "Ingatlah akan masa yang lalu..." (Ibr 10:32) : hal yang sama. Dan kemudian, dalam Surat yang sama, yang mempersiapkan kesaksian, dalam bab 11, yang menuntun jalan untuk sampai pada kepenuhan waktu : "Ingatlah, lihatlah ke belakang untuk dapat berjalan maju dengan lebih baik". Inilah arti hari liturgi saat ini : rahmat kenangan. Perlunya memohonkan rahmat ini : janganlah lupa.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 16 Desember 2016 : ORANG-ORANG KRISTIANI SEHARUSNYA MEMBUKA JALAN BAGI YESUS
Bacaan Ekaristi : Yes 56:1-3a.6-8; Mzm 67:2-3.5.7-8; Yoh 5:33-36
Orang-orang kristiani seharusnya memandang Yohanes Pembaptis yang "agung" sebagai sokoguru kesaksian yang rendah hati terhadap Yesus, sebagai orang yang menyangkal dirinya, bahkan sampai mati, untuk menunjukkan kedatangan Putra Allah. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi 16 Desember 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Misa hari itu dipersembahkan untuk para Uskup yang merayakan 50 tahun penahbisan mereka, para pelaku hidup bakti yang merayakan 50 tahun kaul mereka dan para pasutri yang merayakan 50 tahun janji pernikahan mereka.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 15 Desember 2016 : PARA GEMBALA HARUS BERBICARA KEBENARAN DAN PERTAMA-TAMA HARUS MENYAMBUT UMAT
Para gembala harus berbicara kebenaran, tetapi pada saat yang sama menyambut umat dengan apa yang mereka mampu berikan : inilah langkah pertamanya; sisanya kita serahkan kepada Tuhan. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Kamis pagi 15 Desember 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan.
Santo Yohanes Pembaptis adalah pokok homili Paus Fransiskus. Liturgi Adven, terutama dalam hari-hari ini, kerap merenungkan pelayanannya : orang yang tinggal di padang gurun, berkhotbah, dan membaptis.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 13 Desember 2016 : PARA KLERUS JANGAN MERASA LEBIH UNGGUL DARI AWAM
Semangat klerikalisme adalah suatu kejahatan yang hadir di dalam Gereja saat ini dan korban dari semangat ini adalah umat, yang merasa terbuang dan dilecehkan. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi 13 Desember 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Misa dihadiri para anggota Dewan Kardinal yang sedang rapat dengan Paus Fransiskus pekan ini di Roma.
Subscribe to:
Posts (Atom)




