Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 24 Oktober 2014 : ORANG-ORANG KRISTIANI DIPANGGIL UNTUK MEMBANGUN KESATUAN GEREJA


Bacaan Ekaristi : Ef 4:1-6; Luk 12:54-59

Setiap orang Kristiani dipanggil untuk membangun kesatuan Gereja, membiarkan diri mereka dibimbing oleh Roh Kudus yang menciptakan kesatuan dalam keberagaman. Inilah tema utama homili Paus Fransiskus dalam Misa harian Jumat pagi 24 Oktober 2014 di Casa Santa Marta, Vatikan.

Bapa Suci mendasarkan homilinya pada Bacaan Pertama dari Surat Santo Paulus kepada jemaat di Efesus (4:1-6) yang di dalamnya Sang Rasul – seorang tahanan karena Tuhan – mendesak jemaat untuk menghidupi secara layak panggilan yang telah mereka terima, berusaha memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera". Membangun kesatuan Gereja – kata Paus Fransiskus – adalah karya Gereja dan karya setiap orang Kristiani sepanjang sejarah.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 23 Oktober 2014 : BAHASA KASIH ALLAH YANG TANPA BATAS


Bacaan Ekaristi : Ef 3:14-21; Luk 12:49-53

"Kita tidak bisa menjadi orang-orang Kristiani tanpa rahmat Roh Kudus" yang memberi kita kekuatan untuk mengasihi, kata Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi 23 Oktober 2014 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus memusatkan homilinya pada Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus (3:14-21) yang di dalamnya Rasul Paulus menjelaskan pengalamannya tentang Yesus, sebuah pengalaman "yang menuntunnya untuk meninggalkan segalanya" karena "ia berada dalam kasih bersama Kristus". Kepunyaannya adalah "tindakan penyembahan": pertama-tama, ia sujud di hadapan Bapa, yang "memiliki kekuatan untuk melakukan lebih daripada yang pernah kita bisa pikirkan atau minta". Ia menggunakan sebuah "bahasa tanpa batas": Ia menyembah Allah ini, "yang seperti laut tanpa pantai, tanpa batas, samudra yang sangat besar". Paulus memohonkan kepada Bapa bagi kita semua, "untuk dengan kuat diteguhkan dalam batin kita, oleh Roh-Nya". 

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 21 Oktober 2014 : DIPERSATUKAN DALAM ALLAH, KITA BUKANLAH PULAU-PULAU TANPA NAMA



Bacaan Ekaristi : Ef 2:12-22; Luk 12:35-38

Paus Fransiskus mengatakan "seorang Kristiani adalah seorang yang tahu bagaimana menunggu Yesus menumbuhkan sebuah harapan yang kukuh dalam Keselamatan” dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 21 Oktober 2014 di Casa Santa Marta, Vatikan. Merenungkan bacaan-bacaan liturgi hari itu, Injil Lukas (12:35-38) dan Surat Santo Paulus kepada jemaat di Efesus (Ef 2:12-22), Paus Fransiskus mengatakan umat Allah dipersatukan dalam Kristus, bersyukur kepada-Nya memiliki sebuah nama, dan mengatasi setiap kebencian.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA BEATIFIKASI PAUS PAULUS VI DAN PENUTUPAN SINODE PARA USKUP 19 Oktober 2014




Bacaan Ekaristi : Yes 45:1,4-6; 1Tes 1:1-5b; Mat 22:15-21

Kita baru saja mendengar salah satu frasa yang paling terkenal dalam seluruh Injil: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah" (Mat 22:21).
 
Terdorong oleh orang-orang Farisi yang ingin, seakan-akan, memberi-Nya sebuah ujian dalam agama dan menangkap-Nya dalam kesalahan, Yesus memberikan jawaban yang ironis dan cerdas ini. Ini adalah sebuah frasa yang mencolok yang telah diwariskan Tuhan kepada semua orang yang mengalami keraguan hati nurani, terutama ketika kenyamanan mereka, kekayaan mereka, harga diri mereka, kekuasaan mereka dan reputasi mereka dipertanyakan. Hal ini terjadi sepanjang waktu; itu selalu terjadi.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 17 Oktober 2014 : ROH KUDUS MEMBERI KITA JATI DIRI DAN WARISAN



Bacaan Ekaristi : Ef 1:11-14; Luk 12:1-7

Roh Kudus tidak hanya memberikan orang-orang Kristiani jati diri, tetapi juga "uang muka" warisan surgawi kita. Paus Fransiskus menyatakan hal ini dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi 17 Oktober 2014 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus merenungkan Bacaan Pertama (Ef 1:11-14), yang di dalamnya Santo Paulus mengatakan bahwa orang-orang Kristiani telah "dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan".

"Jati diri kita justru meterai ini, kekuatan Roh Kudus ini, yang kita semua telah terima dalam Baptisan", kata Bapa Suci.