Liturgical Calendar

HOMILI PAUS LEO XIV DALAM MISA HARI MINGGU BIASA XXVII BERSAMA KEPOLISIAN VATIKAN 3 Oktober 2026

Bacaan Ekaristi : Yes. 5:1-7; Mzm. 80:9.12.13-14.15-16.19-20; Flp. 4:6-9; Mat. 21:33-43.

 

Saudara-saudari terkasih,

 

Saya sangat senang dapat merayakan Ekaristi untukmu dan bersamamu, pada pesta santo pelindungmu, Santo Mikael Malaikat Agung. Lima belas dari kamu baru-baru ini mengucapkan sumpah. Ini adalah waktu untuk berdoa. Secara khusus, marilah kita sekarang berhenti sejenak untuk merenungkan sabda Allah yang telah kita dengar: sabda itu membantu kita memahami apa artinya melayani, menjaga, dan melindungi.

 

Nabi Yesaya (5:1-7) berbicara kepada kita tentang kebun anggur yang dikasihi dan dipelihara dengan saksama. Kebun anggur tersebut melambangkan kasih Allah kepada umat-Nya. Allah telah melakukan segala sesuatu untuk kebun anggur-Nya dan mengharapkan buah yang baik darinya. Dan Allah memanggil semua anak-anak-Nya untuk bekerja di kebun anggur-Nya, sehingga kita menjadi kebun anggur sekaligus pekerja. Bagimu, para polisi Vatikan, pelayanan ini adalah cara untuk menjadi pekerja di kebun anggur Tuhan. Tempat, pintu masuk, bangunan, tetapi yang terpenting, orang-orang, dipercayakan kepadamu. Satu sifat yang menonjol dalam pertemuan kita adalah kepedulian ini: sungguh indah melihat bagaimana kamu memandang orang lain bukan sebagai masalah yang harus dipecahkan, tetapi sebagai manusia yang harus dihormati dan diperhatikan.

 

Dalam Bacaan Injil (Mat 21:33-43), perumpamaan Yesus menunjukkan kepada kita contoh negatif: para penggarap kebun anggur yang, seiring waktu, lupa bahwa kebun anggur itu bukan milik mereka, melainkan dipercayakan kepada mereka untuk dipelihara. Ini adalah pengingat yang berharga bagi mereka yang hidup dalam pelayanan: apa yang kita terima adalah tanggung jawab yang harus dijaga dengan kerendahan hati dan pengabdian, dijalani dengan kebijaksanaan dan rasa tanggung jawab. Kamu tahu betul bahwa kewenangan, dalam terang Injil, diungkapkan pertama dan terutama dalam kemampuan untuk melindungi, mendengarkan, dan mendampingi, dengan keseimbangan, ketegasan, dan rasa hormat.

 

Kemudian Yesus memberitahu kita bahwa pemilik kebun anggur mengutus anaknya. Anak ini, yang melambangkan Kristus, merupakan pusat perumpamaan. Dan Dia - Yesus Kristus - yang harus menjadi pusat kehidupan dan pelayananmu. Bahkan sebelum menjadi polisi, kamu adalah orang-orang yang dipanggil untuk mengikuti Dia. Dari Dia kita belajar kekuatan yang dapat menjadi kelembutan, kewaspadaan yang lahir dari kepercayaan, kewenangan yang berjalan seiring dengan kerendahan hati, dan keberanian untuk bertindak dengan hati yang penuh belas kasihan.

 

Dalam Bacaan Kedua (Flp. 4:6-9), Santo Paulus berkata kepada kita: "Janganlah khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah" (Filipi 4:6). Ini juga merupakan ungkapan yang sangat tepat untuk pelayananmu. Akan ada hari-hari yang tenang dan hari-hari yang sulit; saat-saat ketika perlu mengambil keputusan cepat; situasi yang akan menimbulkan kelelahan dan kekhawatiran. Polisi tidak memikul semuanya sendirian: ia berdoa, tahu bagaimana mempercayai, tahu bagaimana menemukan kedamaian dalam Tuhan yang memungkinkannya untuk bertindak dengan jelas dan hati yang tenang.

 

Rasul Paulus menambahkan, "Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semua itu" (bdk. Filipi 4:8). Inilah ciri lain dari "jati diri"-mu: hati dan pikiran yang terlatih dalam kebaikan. Sebelum tindakan lahiriah apa pun, ada pandangan batiniah. Mereka yang melindungi orang lain harus terlebih dahulu melindungi kebenaran, keadilan, kebaikan, dan rasa hormat di dalam diri mereka sendiri. Melindungi orang lain membutuhkan hati yang dilindungi oleh Tuhan.

 

Pekerjaanmu tentu menuntut kewaspadaan, tetapi sabda Allah hari ini mengajakmu kepada sesuatu yang lebih mendalam: menjaga dirimu dengan saksama. Jagalah hatimu, agar tidak menjadi keras tetapi selalu taat kepada Allah dan memperhatikan sesama; jagalah hati nuranimu, agar terus membimbingmu dengan kebenaran; jagalah persaudaraan di antaramu, agar setiap orang merasa diterima, didukung, dan tidak pernah sendirian. Karena suatu kelompok benar-benar menjadi "komunitas" ketika anggotanya saling peduli dan belajar berjalan bersama, saling mendukung dengan kesederhanaan dan kasih.

 

Saya juga menutup tahun ini dengan ungkapan kasih sayang dan rasa syukur kepada keluargamu. Kepada orang tua, istri, anak-anak, dan pacarmu: terima kasih! Kamu tahu pengorbanan, ketidakhadiran, jadwal, kekhawatiran, dan bahkan beban pelayanan yang tidak selalu terlihat.

 

Kepada mereka yang telah melayani selama bertahun-tahun dan kepada lima belas orang yang mengucapkan sumpah hari ini, saya katakan: jangan pernah lupa siapa dan apa yang kamu pilih untuk layani. Jadilah orang yang dapat dipercaya, bijaksana, dan setia. Biarkan Yesus menginspirasi pelayananmu. Semoga lencanamu yang terindah adalah hati yang tahu bagaimana melindungi.

 

Kita mempercayakan semua ini kepada Bunda Maria. Semoga Maria, perempuan yang penuh perhatian dan dapat dipercaya, menyertai keluargamu dan kamu masing-masing. Dan kita memohon kepada Santo Mikael Malaikat Agung untuk berada di sisimu dalam kewaspadaan dan perjuangan melawan segala kejahatan. Semoga ia melindungimu dalam pelayananmu dan membantumu tetap setia, sehingga Tuhan Yesus selalu menjadi pusat kehidupan, pelayanan, dan hatimu.

______

(Bogor, 4 Oktober 2026)

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.