Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 21 Mei 2018 : GEREJA, SEPERTI MARIA, ADALAH PEREMPUAN DAN IBU

Bacaan Ekaristi : Kej 3:9-15,20; Mzm 87:1-2,3,5,6-7; Yoh 19:25-34.

“Gereja bersifat feminin, Gereja adalah seorang ibu”. Ketika ciri ini tidak ada, Paus Fransiskus melanjutkan, Gereja hanya menyerupai "sebuah badan amal, atau sebuah tim sepak bola"; ketika ia menjadi "Gereja yang maskulin", ia secara menyedihkan menjadi "sebuah gereja jejaka tua", "tidak mampu mengasihi, tidak mampu menghasilkan buah".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA PENTAKOSTA DI BASILIKA SANTO PETRUS (VATIKAN) 20 Mei 2018 : ROH KUDUS MENGUBAH HATI DAN SITUASI

Bacaan Ekaristi : Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac,29bc-30,31,34; Gal. 5:16-25; Yoh. 15:26-27;16:12-15.

Dalam Bacaan Pertama liturgi hari ini (Kis 2:1-11), kedatangan Roh Kudus pada hari Pentakosta diibaratkan dengan “tiupan angin keras” (ayat 2). Apa yang dikatakan gambaran ini kepada kita? Gambaran tersebut membuat kita memikirkan daya yang kuat yang bukan merupakan tujuan itu sendiri, tetapi mengakibatkan perubahan. Angin, pada kenyataannya, membawa perubahan: kehangatan ketika udara dingin, kesejukan ketika udara panas, hujan ketika tanah kering kerontang ... inilah sebabnya angin membawa perubahan. Roh Kudus, pada tingkatan yang sangat berbeda, melakukan hal yang sama. Ia adalah daya ilahi yang mengubah dunia. Sekuensia mengingatkan kita akan hal ini : Roh Kudus “pemberi anugerah, penyejuk yang lembut; pelipur yang sendu". Maka kita memohon kepada-Nya : "Pulihkanlah luka-luka kami, perbaharuilah daya kami; pada kekeringan kami curahkanlah embun-Mu; enyahkanlah noda rasa bersalah”. Roh Kudus memasuki situasi dan mengubahnya. Ia mengubah hati dan Ia mengubah situasi.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 18 Mei 2018 : JANGAN MEMBUANG-BUANG WAKTU DENGAN MENJADI ORANG YANG SIBUK MENCAMPURI URUSAN ORANG LAIN

Bacaan Ekaristi : Kis 25:13-21; Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab; Yoh 21:15-19

Dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 18 Mei 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan para uskup dan seluruh gembala untuk “mengasihi, menggembalakan domba-dombanya, dan mempersiapkan diri untuk salib”, tidak membuang-buang waktu dengan mencampuri kehidupan orang lain. Beliau mengacu homilinya pada Bacaan Injil liturgi hari itu (Yoh 21:15-19) yang menceritakan perjumpaan terakhir antara Yesus dan Petrus. Paus Fransiskus mengatakan Yesus menuntun Petrus dalam perjalanan rohani melalui hubungan mereka. Yesus, kata Paus Fransiskus, ingin melakukan hal yang sama untuk kita masing-masing, sehingga kita “mengingat perjalanan bersama kita”.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 17 Mei 2018 : SEMOGA PERSATUAN SEJATI MENJADI TUJUAN KITA

Bacaan Ekaristi : Kis. 22:30;23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Yoh. 17:20-26.

Paus Fransiskus mengulas dua macam persatuan dalam homilinya selama Misa harian hari Kamis pagi 17 Mei 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan. Beliau menyebutnya persatuan "sejati" dan persatuan "palsu". Bacaan Pertama (Kis 22:30,23:6-11) dan Bacaan Injil (Yoh 17:20-26) menunjukkan dua macam persatuan tersebut, kata Paus Fransiskus.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 15 Mei 2018 : JADILAH USKUP BAGI KAWANAN DOMBAMU, BUKAN BAGI KARIRMU

Bacaan Ekaristi : Kis. 20:17-27; Mzm. 68:10-11,20-21; Yoh. 17:1-11a.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa ia berdoa agar seluruh uskup meneladani Rasul Paulus dengan ketaatannya kepada Roh Kudus dan kasihnya kepada umatnya. Beliau mengatakan hal itu dalam homilnya pada Misa harian Selasa pagi, 15 Mei 2018, di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus memusatkan homilinya pada Bacaan Pertama liturgi hari itu (Kis 20:17-27) yang menceritakan Paulus, “dipaksa oleh Roh Kudus”, meninggalkan para penatua Gereja di Efesus untuk pergi ke Yerusalem. “Ini adalah langkah yang menentukan, langkah yang menjamah hati, ini juga merupakan langkah yang menunjukkan kepada kita jalan bagi setiap uskup ketika tiba saatnya untuk purnabakti dan mundur”, kata Paus Fransiskus.