Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA UNTUK PARA MIGRAN DI BASILIKA SANTO PETRUS (VATIKAN) 6 Juli 2018

Bacaan Ekaristi : Am. 8:4-6,9-12; Mzm. 119:2,10,20,30,40, 131; Mat. 9:9-13.

“Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini ... Sesungguhnya, waktu akan datang ... Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini ... dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN” (Amos 8:4.11).

Hari ini peringatan Nabi Amos ini sangat tepat waktu. Berapa banyak orang miskin yang diinjak-injak di zaman kita! Berapa banyak orang miskin yang sedang dibawa menuju kehancuran! Semuanya korban dari budaya mencampakkan yang telah dikecam berkali-kali. Di antara mereka, saya tidak dapat gagal memasukkan para migran dan para pengungsi yang terus mengetuk pintu negara-negara yang semakin menikmati kemakmuran.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA SANTO PETRUS DAN SANTO PAULUS DI LAPANGAN SANTO PETRUS (VATIKAN) 29 Juni 2018

Bacaan Ekaristi : Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19.

Bacaan-bacaan yang baru saja kita dengar mengaitkan kita dengan Tradisi kerasulan. Tradisi tersebut “bukanlah penerusan benda atau perkataan, bermacam-macam benda yang tak bernyawa; Tradisi tersebut adalah aliran hidup yang mengaitkan kita dengan asal mula, aliran hidup yang di dalamnya asal mula itu pernah hadir” (Benediktus XVI, Katekese, 26 April 2006) dan menawarkan kita kunci menuju Kerajaan Surga (bdk. Mat 16:19). Sebuah Tradisi kuno namun selalu baru, yang memberi kita kehidupan dan memperbarui sukacita Injil. Tradisi tersebut memampukan kita untuk mengakui dengan bibir kita dan hati kita : “'Yesus Kristus adalah Tuhan', bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp 2:11).

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI PALEXPO, JENEWA (SWISS), 21 Juni 2018 : MAKNA TIGA KATA SEDERHANA (BAPA, ROTI DAN PENGAMPUNAN) DALAM DOA BAPA KAMI

Bacaan Ekaristi : Sir 48:1-14; Mzm 97:1-2.3-4.5-6.7; Mat 6:7-15

Bapa, roti, pengampunan. Tiga kata yang ditawarkan Injil kepada kita hari ini. Tiga kata yang membawa kita ke pokok iman kita yang sesungguhnya.

"Bapa". Doa dimulai dengan ini. Kita dapat melanjutkan dengan kata lainnya, tetapi kita tidak dapat melupakan kata pertama ini, karena kata “Bapa” adalah kunci untuk membuka hati Allah. Cukup dengan mengucapkan Bapa, kita sedang berdoa dalam bahasa kekristenan. Sebagai umat Kristiani, kita tidak berdoa kepada beberapa tuhan turunan, tetapi kepada Allah yaitu, di atas segalanya, Bapa kita. Yesus memberitahu kita untuk mengucapkan "Bapa Kami, yang ada di surga", bukan "Allah surga, yaitu Bapa". Di atas segalanya, bahkan sebelum Ia menjadi tak terbatas dan abadi, Allah adalah Bapa.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 19 Juni 2018 : MENGASIHI MUSUH ADALAH HAL YANG SULIT TETAPI BUKAN TIDAK MUNGKIN

Bacaan Ekaristi : 1Raj 21:17-29; Mzm 51:3-4.5-6a.11.16; Mat 5:43-48

Dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi 19 Juni 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan kita orang-orang kristiani harus mengampuni, mengasihi, dan memberkati musuh-musuh kita, haruslah sempurna sama seperti Bapa surgawi kita adalah sempurna. Misteri kehidupan kristiani adalah mengasihi musuh-musuh kita dan mendoakan para para penganiaya kita.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 18 Juni 2018 : SKANDAL DAN KOMUNIKASI JAHAT MENCIPTAKAN KEDIKTATORAN

Bacaan Ekaristi : 1Raj 21:1-16; Mzm 5:2-3.5-6.7; Mat 5:38-42

Tatacaranya kurang lebih selalu sama. Sejak zaman Kristus, sampai penganiayaan orang-orang Yahudi di abad terakhir, hingga zaman kita dengan "pemalsuan" demokrasi. Semuanya dimulai dari "kebohongan", dan, "setelah menghancurkan seseorang dan situasi dengan fitnah tersebut", kita menghakimi, mengecam dan, seringkali, mempersiapkan landasan untuk pembentukan kediktatoran. Rasul Yakobus mengartikannya "komunikasi yang memfitnah", "komunikasi jahat", yang menghancurkan orang, lembaga dan sistem. Inilah yang diuraikan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi 18 Juni 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan.