Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI BANDARA MAQUEHUE, TEMUCO (CILI) 17 Januari 2018


Mari, Mari” [Selamat pagi!]

Küme tünngün ta niemün” [“Damai sejahtera bagi kamu!" (Luk 24:36)]

Saya bersyukur kepada Allah karena telah mengizinkan saya untuk mengunjungi bagian yang indah dari benua ini, Araucanía. Araucanía adalah tanah yang diberkati oleh Sang Pencipta dengan lahan-lahan hijau yang sangat luas dan subur, dengan hutan-hutan yang penuh dengan araucaria yang mengesankan - "pujian" kelima yang ditawarkan oleh Gabriela Mistral ke negeri Cili ini[1] - dan dengan gunung-gunung berapinya yang tertutup salju yang megah, danau-danaunya dan sungai-sungainya yang penuh dengan kehidupan. Pemandangan ini melambungkan kita kepada Allah, dan dengan mudah melihat tangan-Nya dalam semua ciptaan. Banyak generasi telah mengasihi tanah ini dengan rasa syukur yang sungguh-sungguh. Di sini saya ingin berhenti sejenak dan menyapa khususnya para anggota masyarakat Mapuche, juga masyarakat adat lainnya yang tinggal di negeri selatan ini : suku Rapanui (dari Pulau Paskah), suku Aymara, suku Quechua dan suku Atacameños, dan banyak suku lagi.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI TAMAN O'HIGGINS, SANTIAGO (CILI) 16 Januari 2018

"Ketika Yesus melihat orang banyak itu ..." (Mat 5:1). Dalam kata-kata pertama Injil hari ini tersebut, kita menemukan bagaimana Yesus ingin berjumpa kita, cara di mana Allah senantiasa mengejutkan umat-Nya (bdk. Kel 3:7). Hal pertama yang dilakukan Yesus adalah memandang dan melihat wajah umat-Nya. Wajah itu membangkitkan kasih Allah yang mendalam. Hati Yesus tidak tergerak oleh gagasan atau paham, tetapi oleh wajah, pribadi. Dengan kehidupan berseru kepada Sang Kehidupan yang ingin diberikan Bapa kepada kita.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI MIGRAN DAN PENGUNGSI SEDUNIA KE-104 14 Januari 2018

Bacaan Ekaristi : 1Sam 3:3b-10.19; Mzm 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10; 1Kor 6:13c-15a.17-20; Yoh 1:35-42

Tahun ini saya ingin merayakan Hari Migran dan Pengungsi Sedunia dengan Misa yang mengundang dan menyambut kalian khususnya para migran, para pengungsi dan para pencari suaka. Beberapa dari kalian baru saja tiba di Italia, ada juga yang telah lama menetap dan bekerja di sini, dan ada juga yang merupakan "generasi kedua".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 12 Januari 2018 : CIRI KHAS DOA KRISTIANI

Bacaan Ekaristi : 1Sam. 8:4-7,10-22a; Mzm. 89:16-17,18-19; Mrk. 2:1-12.

Beriman kepada Yesus dan keberanian untuk mengatasi kesulitan seperti yang telah dilakukan oleh banyak orang kudus adalah ciri khas doa kristiani. Hal tersebut disampaikan oleh Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 12 Januari 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus mengambil inspirasi homilinya dari dua kisah penyembuhan yang diceritakan dalam Injil (Mrk 1:40-45;2:1-12).

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 9 Januari 2018 : KEWIBAWAAN PARA GEMBALA BERASAL DARI ALLAH

Bacaan Ekaristi : 1Sam 1:9-20; MT 1Sam 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk 1:21b-28.

Emosi, kedekatan dan kemantapan dalam bertindak itulah yang menjadi ciri khas wibawa Yesus Sang Gembala. Itulah pokok permenungan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi, 9 Januari 2018 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan. Beliau mengambil acuannya dari Bacaan Injil liturgi hari itu (Mrk 1:21b-28) yang menceritakan Yesus mengajar dengan berwibawa di rumah ibadat di Kapernaum dan mengusir roh jahat dari seorang yang kerasukan.