Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 15 November 2018 : KEMARTIRAN TIDAK MENJADI BERITA

Bacaan Ekaristi : Flm. 1:7-20; Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10; Luk. 17:20-25.

Gereja tumbuh “dalam kesederhanaan, dalam keheningan, dalam pujian, dalam kurban Ekaristi, dalam komunitas persaudaraan, di mana semua orang dikasihi”, dan tak seorangpun diterlantarkan. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Kamis pagi 15 November 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan. Membahas Bacaan Injil hari itu (Luk 17:20-25), Paus Fransiskus mengatakan bahwa Kerajaan Allah “tidak mengagumkan”, dan bahwa kerajaan tersebut tumbuh dalam keheningan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 12 November 2018 : USKUP, SEORANG HAMBA YANG RENDAH HATI DAN LEMBUT LEMBUT, BUKAN SEORANG PENGUASA

Bacaan Ekaristi : Tit. 1:1-9; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 17:1-6.

Seorang hamba yang rendah hati dan lemah lembut, bukan seorang penguasa. Inilah seharusnya seorang uskup. Paus Fransiskus menyampaikan hal tersebut tersebut dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi 12 November 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan. Dengan mengacu pada Bacaan Pertama liturgi hari itu (Tit 1:1-9), Paus Fransiskus menguraikan secara terperinci sosok seorang uskup, untuk menertibkan dalam Gereja.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 9 November 2018 : BERHALA UANG DALAM GEREJA

Bacaan Ekaristi : Yeh. 47:1-2,8-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; 1Kor. 3:9b-11,16-17; Yoh. 2:13-22.

Dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 9 November 2018, bertepatan dengan Pesta Pemberkatan Basilika Lateran, Paus Fransiskus mendesak agar gereja-gereja dihormati sebagai “rumah Allah” dan tidak berubah rupa menjadi pasar atau tempat umum yang dikuasai oleh “keduniawian”. Gereja-gereja beresiko mengubah rupa diri mereka menjadi pasar dengan berbagai sakramen yang diobral secara cuma-cuma.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 8 November 2018 : MEMBERI KESAKSIAN, MENGGERUTU, MENGAJUKAN PERTANYAAN

Bacaan Ekaristi : Flp. 3:3-8a; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7: Luk. 15:1-10.

Memberi kesaksian, menggerutu, mengacukan pertanyaan. Inilah tiga kata yang ditekankan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi 8 November 2018 di Casa Santa Marta pada hari Kamis. Beliau merenungkan Bacaan Injil hari itu (Luk 15:1-10), yang dimulai dengan kesaksian yang diberikan oleh Yesus : para pemungut cukai dan orang-orang berdosa mendekati Dia dan mendengarkan Dia; serta Ia makan bersama mereka.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 6 November 2018 : YESUS MEMBERI KESEMPATAN KEDUA UNTUK MENGHADIRI PERJAMUAN SURGAWI

Bacaan Ekaristi : Flp. 2:5-11; Mzm. 22:26b-27,28-30a,31-32; Luk. 14:15-24.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa Yesus memberi kita kesempatan kedua untuk menghadiri perjamuan surgawi - tetapi Ia juga adil. Dengan mengacu pada Bacaan Injil hari itu (Luk 14:15-24), Bapa Suci menyampaikan hal tersebut dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi, 6 November 2018, di Casa Santa Marta, Vatikan.