Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 29 Mei 2017 : BIARKANLAH DIRIMU TERGANGGU OLEH ROH KUDUS

Bacaan Ekaristi : Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7ab; Yoh. 16:29-33.

Paus Fransiskus mendesak umat kristiani untuk melibatkan Roh Kudus, dan membuka hati mereka kepada Roh Kudus sebelum mengambil keputusan-keputusan penting. Beliau menjelaskan bahwa Roh Kuduslah, yang menggerakkan hati kita, mengilhami kita dan melecut perasaan. Itulah hal yang disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi, 29 Mei 2017, di Casa Santa Marta, Vatikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARIAN 26 Mei 2017 : MENATAP KE SURGA DENGAN KAKI TETAP BERPIJAK DI BUMI

Bacaan Ekaristi : Kis 18:9-18; Mzm 47:2-3.4-5.6-7; Yoh 16:20-23a.

Tempat Kristen adalah di dunia ini, untuk mewartakan Yesus; namun tatapannya beralih ke surga untuk dipersatukan dengan-Nya : itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 26 Mei 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan.

Kitab Suci, Paus Fransiskus mengatakan, memberi kita tiga kata, tiga titik acuan untuk perjalanan kristiani. Kata pertama adalah "kenangan". Yesus yang bangkit menyuruh murid-murid-Nya pergi mendahului-Nya ke Galilea, dan inilah perjumpaan pertama dengan Tuhan. Kita masing-masing "memiliki 'Galileanya sendiri", di mana Yesus memperlihatkan diri-Nya untuk pertama kalinya, di mana kita telah mengenal-Nya dan telah memiliki "sukacita ini, antusiasme untuk mengikut-Nya ini". Agar "menjadi orang kristiani yang baik perlu untuk selalu memiliki ingatan akan perjumpaan pertama dengan Yesus ini, atau akan perjumpaan-perjumpaan berikutnya. "Rahmat ingatan"-lah yang dalam "dalam saat pencobaan memberi saya kepastian".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 23 Mei 2017 : ROH JAHAT LEBIH MENYUKAI GEREJA YANG NYAMAN, TENANG-TENANG, SUAM-SUAM KUKU DAN MIRIP BISNIS

Bacaan Ekaristi : Kis 16:16-34; Mzm 138:1-2a.2b-3.7c-8; Yoh 16:5-11

Pada ulang tahun kedua beatifikasi Uskup Agung Oscar Romero, yang terbunuh pada tahun 1980 oleh pasukan militer yang terkait dengan rezim di San Salvador saat ia membela orang-orang miskin, Paus Fransiskus mengingat semangat kerohanian Uskup Romero dan semangat untuk mendapatkan keadilan seraya memperingatkan umat beriman terhadap Gereja yang 'suam-suam kuku'. Itulah yan disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi 23 Mei 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI PAROKI SANTO PETRUS DAMIANUS, ACILIA (ITALIA) 21 Mei 2017

Bacaan Ekaristi : Kis 8:5-8,14-17; 1Ptr 3:15-18; Yoh 14:15-21

Kita telah mendengar bagaimana Yesus mengucapkan selamat tinggal kepada para pengikut-Nya pada Perjamuan Terakhir, dan meminta mereka untuk mematuhi perintah-perintah, serta berjanji bahwa Ia akan mengutus Roh Kudus kepada mereka : "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran" (Yoh 14:16-17). Serta Roh Kudus ada di dalam diri kita - di dalam diri kita masing-masing - dan kita telah menerima-Nya dalam Baptisan : kita telah menerima-Nya dari Yesus dan dari Bapa. Di bagian lain [Perjanjian Baru], Rasul Paulus mengatakan kepada kita untuk melindungi Roh Kudus, dan menambahkan : "Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus" (Ef 4:30), seolah-olah mengatakan : "Sadarlah bahwa kamu memiliki Allah sendiri di dalam dirimu, Allah tersebut yang menyertai kamu, yang memberitahu kamu apa yang harus kamu lakukan dan bagaimana kamu harus melakukannya; Ia yang menolong kamu untuk tidak membuat kesalahan, yang menolong kamu untuk tidak tergelincir ke dalam pencobaan; Sang Pengacara : Ia yang membela kamu melawan si jahat". Dan Roh ini adalah apa yang dikatakan Petrus, dalam Surat Kedua, akan membantu kita "menghormati Kristus" di dalam hati kita (bdk. 1 Ptr 3:15). Dan bagaimana? Dengan doa penyembahan dan dengan membiarkan ilham Roh Kudus muncul. Dialah yang mengatakan kepada kita, "Ini baik, ini tidak baik, inilah jalan yang salah, inilah jalan yang benar ...": Ia membawa kita ke depan. Dan ketika orang-orang meminta penjelasan, tentang mengapa kita orang-orang kristiani sama seperti diri kita yang sesungguhnya, Petrus berkata : "Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu" (bdk. 1 Ptr 3:15). Dan bagaimana kamu harus melakukan hal ini? Petrus melanjutkan, "Tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat" (ayat 15). Dan di sini saya ingin berhenti sejenak.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 22 Mei 2017 : ROH KUDUS TIDAK DAPAT MEMASUKI HATI YANG TERTUTUP

Bacaan Ekaristi : Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26-16:4a.

Hanya Roh Kudus yang dapat mengajar kita untuk mengatakan : "Yesus adalah Tuhan". Itulah fokus permenungan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi 22 Mei 2017 di Casa Santa Marta, Vatikan. Bapa Suci menekankan bahwa kita harus membuka hati kita untuk mendengarkan Roh Kudus, dan dengan demikian dapat memberi kesaksian bagi Kristus.