Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 21 September 2018 : AMBILLAH JALAN BELAS KASIH MENUJU HATI ALLAH

Bacaan Ekaristi : Ef. 4:1-7,11-13; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 9:9-13.

Ingatan orang-orang kristiani akan asal-usul dan dosa-dosa mereka harus menyertai mereka sepanjang hidup. Itulah kata-kata yang disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 21 September 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan. Beliau merenungkan Bacaan Injil dalam liturgi hari itu (Mat 9:9-13) yang menceritakan tentang bagaimana Yesus mengundang Matius, sang pemungut cukai, dan orang-orang berdosa lainnya untuk makan semeja dengan-Nya.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 20 September 2018 : YESUS MENGAJARKAN KASIH SEJATI

Bacaan Ekaristi : 1Kor. 15:1-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,28; Luk. 7:36-50.

Marilah kita memohon kepada Yesus, “dengan belas kasih-Nya dan pengampunan-Nya,” untuk selalu melindungi Gereja kita yang “seperti seorang ibu, adalah kudus”, tetapi juga “penuh dengan anak-anak yang berdosa, seperti kita”. Inilah doa Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi 20 September 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan. Doa tersebut muncul sebagai hasil permenungan Bapa Suci terhadap bacaan-bacaan liturgi hari itu. Beliau memusatkan perhatiannya pada kata-kata Yesus : “Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih”.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 18 September 2018 : YESUS ADALAH SOSOK GEMBALA YANG LEMBUT DAN TERGERAK OLEH BELAS KASIHAN

Bacaan Ekaristi : 1Kor. 12:12-14,27-31a; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 7:11-17.

Dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi 18 September 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus merenungkan Bacaan Injil hari itu (Luk 7:11-17) yang mengisahkan pembangkitan anak laki-laki seorang janda dari Nain. Beliau memaparkan Yesus, sosok gembala, yang kewibawaan-Nya berasal dari belas kasihan-Nya yang terungkap dalam kelemahlembutan dan kedekatan dengan orang-orang. Paus Fransiskus mendorong para imam untuk meneladan Yesus karena dekat dengan orang-orang, tidak dekat dengan kaum penguasa atau kaum ideolog yang, beliau katakan, "meracuni jiwa-jiwa".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 14 September 2018 : SALIB MENGAJARKAN KITA UNTUK TIDAK TAKUT KALAH

Bacaan Ekaristi : Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37, 38. R: 7b; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17.

"Salib Yesus mengajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan ada kegagalan dan ada kemenangan”, salib Yesus mengajarkan kita untuk tidak takut akan “saat-saat gelap” yang dapat diterangi oleh salib, yang merupakan tanda kemenangan Allah atas kejahatan. Ini adalah pesan pokok Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 14 September 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 13 September 2018 : BELAS KASIH ADALAH "CORAK" ORANG KRISTIANI

Bacaan Ekaristi : 1Kor. 8:1b-7,11-13; Mzm. 139:1-3,13-14ab,23-24; Luk. 6:27-38.

Orang kristiani tidak mengikuti "roh dunia", tetapi menjalani "kebodohan Salib". Itulah yang disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi, 13 September 2018, di Casa Santa Marta, Vatikan

“Menjadi orang kristiani tidaklah mudah”, tetapi membuat kita “bahagia” : jalan yang ditunjukkan kepada kita oleh Bapa surgawi adalah jalan “belas kasih” dan jalan “kedamaian batin”. Mengacu pada Bacaan Injil hari itu (Luk 6:27-38), Paus Fransiskus sekali lagi menjelaskan ciri khas "corak orang Kristiani". Paus Fransiskus mengatakan bahwa Tuhan selalu menunjukkan kepada kita harus seperti apakah “kehidupan seorang murid”. Ia melakukannya, misalnya, melalui Sabda Bahagia atau karya-karya belas kasih.