Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 21 Januari 2019 : LANGGAM KRISTIANI ADALAH SABDA BAHAGIA

Bacaan Ekaristi : Ibr. 5:1-10; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 2:18-22.

Injil, Sabda Tuhan, adalah "anggur yang baru" yang telah dikaruniakan kepada kita, tetapi untuk menjadi orang Kristiani yang baik kita membutuhkan "perilaku yang baru", "langgam yang baru" yang benar-benar merupakan "langgam Kristiani", dan langgam ini ditunjukkan oleh Sabda Bahagia. Inilah makna dari "kata kunci" yang mengakhiri Bacaan Injil liturgi hari itu (2:18-22) : "Anggur yang baru dalam kantong yang baru". Paus Fransiskus menjadikan hal ini tema homilinya dalam Misa harian Senin pagi 21 Januari 2019 di Casa Santa Marta, Vatikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 17 Januari 2019 : SABDA ALLAH BUKAN IDEOLOGI MELAINKAN MERUPAKAN KEHIDUPAN YANG MEMBUAT KITA BERTUMBUH

Bacaan Ekaristi : Ibr. 3:7-14; Mzm. 95:6-7,8-9,10-11; Mrk. 1:40-45.

Bagi umat Kristiani, apa artinya memiliki "hati yang sesat", hati yang dapat mengarah kepada kepicikan, ideologi, dan permufakatan? Itulah tema homili Paus Fransiskus pada Misa harian Kamis pagi 17 Januari 2019 di Casa Santa Marta, Vatikan.

“Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup" (Ibr 3:12). Inilah “pesan” yang keras, “peringatan”, Paus Fransiskus menyebutnya demikian, yang dialamatkan penulis kitab Ibrani kepada umat Kristiani dalam liturgi hari ini. Paus Fransiskus memperingatkan bahwa umat Kristiani, dengan segenap anggotanya - “para imam, para biarawati, para uskup” - menghadapi bahaya “tergelincir ke arah hati yang sesat” ini.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PESTA PEMBAPTISAN TUHAN DI KAPEL SISTINA (VATIKAN) 13 Januari 2019 : TUGAS ORANGTUA ADALAH MENYAMPAIKAN IMAN KEPADA ANAK-ANAK MEREKA

Bacaan Ekaristi : Yes. 42:1-4,6-7; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Kis. 10:34-38; Luk. 3:15-16,21-22.

Pada awal upacara, kalian semua mengajukan pertanyaan : apa yang kalian minta untuk anak-anak kalian? Dan kalian semua menanggapi : iman. Kalian memintakan iman kepada Gereja untuk anak-anak kalian. Dan hari ini, mereka akan menerima Roh Kudus, karunia iman dalam hati mereka, dalam roh mereka. Dan iman ini harus berkembang. Iman harus bertumbuh. Seseorang bisa mengatakan : ya, ya, mereka perlu mempelajarinya. Ya. Ketika mereka pergi ke katekese, mereka akan mempelajari dengan baik tentang iman. Mereka akan belajar iman. Tetapi sebelum mempelajari iman, iman harus disampaikan, dan hal ini adalah tugas yang jatuh pada kalian ... Inilah tugas kalian : menyampaikan iman. Dan hal ini kalian lakukan di rumah, karena iman harus selalu disampaikan dalam logat, dalam logat keluarga, logat rumah ... Inilah tugas kalian, menyampaikan iman dengan keteladanan, dengan perkataan, mengajarkan mereka cara membuat tanda Salib. Hal ini penting. Kalian tahu ada anak-anak yang tidak tahu cara membuat tanda Salib. Mereka melakukan sesuatu seperti ini [dan Paus Fransiskus menunjukkan bagaimana beberapa orang yang tidak tahu bagaimana membuat tanda Salib berusaha untuk melakukannya], dan kalian tidak mengerti apa itu.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 10 Januari 2019 : KASIHMU TERHADAP ALLAH HANYA DAPAT DILIHAT JIKA KAMU MENGASIHI SESAMAMU

Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a.

Dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi, 10 Januari 2019, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa untuk mengasihi Allah secara nyata, kita juga harus mengasihi saudara dan saudari kita - mereka semua : baik orang-orang yang kita sukai maupun orang-orang yang tidak kita sukai. Paus Fransiskus juga mengatakan bahwa umat Kristiani yang baik tidak boleh lalai untuk mendoakan bahkan "musuh", atau tidak boleh memberi jalan kepada perasaan cemburu atau terlibat dalam pergunjingan yang merugikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 8 Januari 2019 : KETIDAKPEDULIAN BERTENTANGAN DENGAN KASIH ALLAH

Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.

Dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi, 8 Januari 2019, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengulas Bacaan Injil (Mrk 6:34-44) dan Bacaan Pertama (1 Yoh 4:7-10) liturgi hari itu.

Mengacu pada Bacaan Pertama, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Rasul Yohanes menjelaskan "bagaimana Allah mewujudkan kasih-Nya di dalam diri kita" dengan menulis, "Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah". Inilah misteri kasih : Allah mengasihi kita terlebih dahulu. Ia mengambil langkah pertama. "Allah mengasihi kita meskipun kita tidak tahu bagaimana cara mengasihi" dan kita "membutuhkan belaian Allah untuk mengasihi", lanjut Bapa Suci. Langkah pertama yang diambil Allah adalah Putra-Nya. Ia mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita dan memberi makna bagi kehidupan kita serta memperbarui dan menciptakan kita kembali.