Liturgical Calendar

Featured Posts

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI CAMERINO, ITALIA, 16 Juni 2019 : MENGINGAT, HARAPAN DAN KEDEKATAN


Bacaan Ekaristi : Ams. 8:22-31; Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Rm. 5:1-5; Yoh. 16:12-15.

“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?”, kita mendoakan Mazmur (8:5) tersebut. Kata-kata ini muncul di benak saya ketika sedang memikirkan kalian. Di hadapan apa yang kalian lihat dan derita, di hadapan berbagai rumah dan bangunan yang runtuh menjadi puing-puing, pertanyaan ini muncul : “Apakah manusia? Apakah dia, jika apa yang ia bangun bisa runtuh dalam sekejap? Apakah ia, jika harapannya bisa berakhir menjadi debu? Apakah manusia? Jawabannya tampaknya berasal dari kelanjutan ungkapan tersebut : Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Tentang kita, sama seperti kita, dengan kerapuhan-kerapuhan kita, Allah mengingat <kita>. Dalam ketidakpastian yang kita rasakan secara lahiriah dan batiniah, Tuhan memberi kita kepastian : Ia mengingat kita. Ia berbalik dengan hati-Nya kepada kita, karena Ia peduli tentang kita. Dan sementara di sini terlalu banyak hal yang dilupakan dengan tergesa-gesa, Allah tidak membiarkan kita terlupakan. Tidak ada seorang pun yang hina di mata-Nya; masing-masing orang memiliki nilai tak terbatas bagi-Nya : kita kecil di bawah langit dan tidak berdaya ketika gempa bumi, tetapi bagi Allah, kita lebih berharga daripada apa pun.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA ARWAH USKUP AGUNG LÉON KALENGA BADIKEBELE, NUNCIO UNTUK ARGENTINA, DI BASILIKA SANTO PETRUS (VATIKAN), 15 Juni 2019


Ekaristi ini diakhiri dengan doa pamitan, yaitu kata perpisahan : “mengucapkan kata perpisahan” kepada saudara. Kata perpisahan tersebut seperti mengatakan : kami memperkenankan kamu pergi kepada Allah, pergi ke tangan Allah. Kitab Suci memberitahu kita dalam Kitab Kebijaksanaan bahwa jiwa orang benar ada di tangan Allah (bdk. 3:1). Tangan Allah, yang merupakan tangan yang paling indah, terluka dengan kasih, tangan yang terluka dengan kasih. Dan kita mempercayakan saudara kita ke tangan Allah.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA Selasa 11 Juni 2019 : BERIKANLAH DENGAN CUMA-CUMA APA YANG TELAH KAMU PEROLEH DENGAN CUMA-CUMA


Bacaan Ekaristi : Kis. 11:21b-26;13:1-3; Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6; Mat. 10:7-13.

"Berikanlah dengan cuma-cuma apa yang telah kamu peroleh dengan cuma-cuma", kata Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi, 11 Juni 2019, di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus menyampaikan hal tersebut untuk membahas hubungan umat Kristiani dengan Allah. Kita dipanggil untuk melayani dan mengasihi saudara dan saudari kita dengan cara yang sama seperti yang telah diperbuat Allah dengan kita.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA PENTAKOSTA DI LAPANGAN SANTO PETRUS (VATIKAN) 9 Juni 2019 : ROH KUDUS MEREMAJAKAN PARA RASUL


Bacaan Ekaristi : Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac, 29bc-30,31,34; Rm. 8:8-17; Yoh. 14:15-16,23b-26.

Pentakosta tiba, bagi para murid, setelah lima puluh hari ketidakpastian. Benar, Yesus telah bangkit. Dengan sangat gembira, mereka telah melihat-Nya, mendengarkan kata-kata-Nya dan bahkan makan bersama dengan-Nya. Namun mereka tidak mengatasi keraguan dan ketakutan mereka: mereka bertemu di balik pintu yang tertutup (bdk. Yoh 20:19.26), tidak yakin akan masa depan dan tidak siap untuk mewartakan Tuhan yang bangkit. Kemudian Roh Kudus datang dan kekhawatiran mereka lenyap. Sekarang para rasul menunjukkan diri mereka tanpa rasa takut, bahkan di hadapan orang-orang dikirim untuk menangkap mereka. Sebelumnya, mereka khawatir akan keselamatan hidup mereka; sekarang mereka tidak takut mati. Sebelumnya, mereka telah berkumpul di Ruang Atas; sekarang mereka pergi untuk membawa kabar ke setiap bangsa. Sebelum kenaikan Yesus, mereka menantikan kerajaan Allah datang kepada mereka (bdk. Kis 1:6); sekarang mereka dipenuhi semangat untuk melakukan perjalanan ke negeri-negeri tak dikenal. Sebelumnya, mereka hampir tidak pernah berbicara di depan umum, dan ketika mereka melakukannya, mereka sering melakukan kekeliruan, seperti ketika Petrus menyangkal Yesus; sekarang mereka berbicara dengan terus terang kepada semua orang. Perjalanan para murid tampaknya telah mencapai garis akhir ketika tiba-tiba mereka diremajakan oleh Roh Kudus. Diliputi dengan ketidakpastian, ketika mereka berpikir segalanya sudah berakhir, mereka diubahrupa oleh sukacita yang memberi mereka kelahiran baru. Roh Kudus melakukan hal ini. Roh Kudus jauh dari kenyataan yang abstrak : Ia adalah Pribadi yang paling berwujud dan dekat, Pribadi yang mengubah hidup kita. Bagaimana Ia melakukan hal ini? Marilah kita memperhatikan para Rasul. Roh Kudus tidak menjadikan segalanya lebih mudah bagi mereka, Ia tidak melakukan berbagai mukjizat yang spektakuler, Ia tidak mengenyahkan berbagai kesulitan dan seteru mereka. Roh Kudus membawa kerukunan ke dalam kehidupan para murid yang tidak rukun, kerukunan-Nya, karena Ia adalah kerukunan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA VIGILI PENTAKOSTA DI LAPANGAN SANTO PETRUS (VATIKAN) 8 Juni 2019


Bacaan Ekaristi : Kej 11:1-9; Yl 3:1-5; Rm 8:22-27; Yoh 7:37-39

Dalam homilinya pada Misa Vigili Pentakosta, Sabtu 8 Juni 2019, di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan umat yang hadir bahwa “sungai air hidup” Roh Kudus mengalir dari rahim Yesus, dari lambung-Nya yang tertusuk tombak (bdk Yoh 19:36), serta yang membasuh dan membuahi Gereja, sang mempelai mistik yang diwakili oleh Maria, Hawa baru, di kaki salib".