"Tidak mungkin untuk menemukan Yesus di luar Gereja": inilah pesan Paus Fransiskus (Jorge Mario Bergoglio) saat beliau menandai hari namanya, Pesta Santo Georgius, Selasa 23 April 2013, dalam Misa yang dirayakan di Kapel Paulina bersama para kardinal yang hadir di Roma. Dalam homilinya, Paus mengucapkan terima kasih kepada para kardinal karena datang untuk berkonselebrasi bersamanya: "Terima kasih - katanya - karena saya benar-benar merasa disambut oleh Anda".
"Bacaan [pertama] hari ini (Kis 11:19-26) membuat saya
berpikir bahwa perluasan misionaris Gereja dimulai tepat pada masa
penganiayaan, dan orang-orang Kristen pergi hingga Fenisia, Siprus dan
Antiokhia, dan memberitakan Firman. Mereka memiliki semangat kerasulan
ini dalam diri mereka , dan dengan kata lain bagaimana iman tersebar. Di
antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang telah
menjadi Kristen – pergi ke Antiokhia dan mulai berbicara kepada
orang-orang Yunani juga. inilah langkah selanjutnya. Dan inilah
bagaimana Gereja bergerak maju. Siapakah yang berinisiatif untuk
berbicara kepada orang-orang Yunani ini? Ini tidak jelas bagi siapa pun
melainkan orang-orang Yahudi. Tetapi ... itulah Roh Kudus, Dia yang
mendorong mereka selalu maju ... tetapi beberapa orang di Yerusalem,
ketika mereka mendengar hal itu, menjadi gugup dan mengutus Barnabas
pada "kunjungan kerasulan": mungkin, dengan sedikit rasa humor kita bisa
mengatakan bahwa ini adalah awal teologis dari Doktrin Iman: kunjungan
kerasulan oleh Barnabas tersebut. Ia melihat, dan ia melihat bahwa
hal-hal berjalan dengan baik.
Dan juga Gereja adalah Ibu, Ibu
dari lebih banyak anak, Ibu dari banyak anak. Gereja menjadi lebih dan
lebih dari seorang Ibu. Seorang Ibu yang memberi kita iman, seorang Ibu
yang memberi kita identitas. Tetapi identitas Kristiani bukanlah kartu
identitas: identitas Kristiani adalah milik Gereja, karena semua ini
milik Gereja, Gereja Ibu. Karenanya tidak mungkin untuk menemukan Yesus
di luar Gereja. Paus Paulus VI yang agung mengatakan: "berkehendak untuk
hidup bersama Yesus tanpa Gereja, mengikuti Yesus di luar Gereja,
mengasihi Yesus tanpa Gereja adalah dikotomi yang tak masuk akal". Dan
Gereja Ibu yang memberi kita. Yesus memberi kita identitas kita yang
tidak hanya meterei, tetapi milik. Identitas berarti milik. Milik Gereja
ini indah.
Dan gagasan ketiga yang datang pada pikiran saya -
yang pertama adalah ledakan kegiatan misionaris, yang kedua, Gereja Ibu -
dan yang ketiga, yaitu ketika Barnabas melihat orang banyak tersebut -
teks mengatakan: "Dan sejumlah orang banyak telah dibawa kepada Tuhan" -
ketika ia melihat orang banyak itu, ia mengalami sukacita. "Ketika ia
datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati
mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
Ketika ia
tiba dan melihat kasih karunia Allah, ia bersukacita": inilah sukacita
penginjil. Inilah, seperti yang dikatakan Paulus VI, "sukacita
penginjilan yang manis dan menghibur". Dan sukacita ini dimulai dengan
penganiayaan, dengan kesedihan besar, dan berakhir dengan sukacita. Dan
Gereja berjalan ke depan, sebagaimana dikatakan salah satu Orang Kudus -
Saya tidak ingat yang mana, di sini - "di tengah-tengah penganiayaan
dunia dan penghiburan Tuhan". Dan dengan demikian merupakan kehidupan
Gereja. Jika kita ingin melakukan sedikit perjalanan di sepanjang jalan
keduniawian, bernegosiasi dengan dunia - seperti yang dilakukan Makabe,,
yang tergoda, pada saat itu - kita tidak akan pernah memiliki
penghiburan Tuhan. Dan jika kita hanya mencari penghiburan, itu akan
menjadi penghiburan yang dangkal, bukan penghiburan Tuhan: penghiburan
manusiawi. Perjalanan Gereja selalu terjadi di antara salib dan
kebangkitan, di tengah penganiayaan dan penghiburan Tuhan. Dan ini
adalah jalan: orang-orang yang pergi ke jalan ini tidak keliru.
Mari kita berpikir hari ini tentang kegiatan misioner Gereja:
[orangorang] ini keluar dari diri mereka sendiri untuk pergi. Bahkan
mereka yang memiliki keberanian untuk memberitakan Yesus kepada orang
Yunani, hal yang mendekati skandal pada waktu itu. Memikirkan tentang
Gereja Ibu yang tumbuh, tumbuh dengan anak-anak baru yang kepada mereka
Gereja memberikan identitas iman, karena Anda tidak bisa percaya kepada
Yesus tanpa Gereja. Yesus sendiri berkata dalam Injil (Yoh 10:22-30):
"Tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak berada di antara
domba-domba -Ku". Jika kita bukan "domba-domba Yesus, "iman bukanlah
beberapa untuk kita. Inilah iman sopan santun, iman tanpa hakekat. Dan
marilah kita memikirkan penghiburan yang dirasakan Barnabas, yang adalah
"sukacita penginjilan yang manis dan menghibur". Dan marilah kita
meminta Tuhan untuk "PARRÄ’SIA" ini, semangat kerasulan ini yang
mendorong kita untuk bergerak maju, sebagai saudara, kita semua maju!
Maju, membawa nama Yesus dalam dada Gereja Ibu yang kudus, dan, seperti
dikatakan Santo Ignasius, "bersifat hirarkis dan Katolik. Terjadilah
demikian”.
Sumber : Radio Vatikan


Print this page
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.