Bacaan Ekaristi : 1Raj 17:7-16; Mzm 4:2-3,4-5,7-8; Mat 5:13-16
Jika orang Kristen tidak tahan terhadap godaan "spiritualitas cermin", ia sedang tidak mengisi terangnya dengan bahan bakar "baterei doa" dan tampak "hanya pada dirinya sendiri"; tanpa memberi kepada orang lain, ia gagal dalam panggilannya dan menjadi seperti lampu yang tidak bercahaya dan garam yang tidak memiliki rasa. Paus Fransiskus menekankan pokok ini dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi, 7 Juni 2016 di Kapel Santa Marta, Vatikan. Beliau merenungkan analogi yang terkenal dalam Injil hari itu (Mat 5:13-16), yang menekankan efektivitas bahasa Yesus, bagaimana Ia "selalu berbicara dengan kata-kata sederhana" sehingga" setiap orang dapat memahami pesan-Nya". Paus Fransiskus menekankan bahwa dalam Injil, kita menemukan "definisi orang Kristen : orang Kristen harus menjadi garam dan terang. Garam memberikan rasa, ia mengawetkan, dan terang bersinar". Ini adalah sebuah contoh yang memanggil kita untuk bertindak, karena "terang tidak dimaksudkan untuk disembunyikan, karena ketika ia tersembunyi ia bahkan tidak mengawetkan : ia terpadamkan", dan "garam juga bukan sebuah benda dalam pameran museum atau lemari kaca dapur, karena pada akhirnya ia dihancurkan oleh kelembaban dan kehilangan kekuatannya, rasanya".
Jika orang Kristen tidak tahan terhadap godaan "spiritualitas cermin", ia sedang tidak mengisi terangnya dengan bahan bakar "baterei doa" dan tampak "hanya pada dirinya sendiri"; tanpa memberi kepada orang lain, ia gagal dalam panggilannya dan menjadi seperti lampu yang tidak bercahaya dan garam yang tidak memiliki rasa. Paus Fransiskus menekankan pokok ini dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi, 7 Juni 2016 di Kapel Santa Marta, Vatikan. Beliau merenungkan analogi yang terkenal dalam Injil hari itu (Mat 5:13-16), yang menekankan efektivitas bahasa Yesus, bagaimana Ia "selalu berbicara dengan kata-kata sederhana" sehingga" setiap orang dapat memahami pesan-Nya". Paus Fransiskus menekankan bahwa dalam Injil, kita menemukan "definisi orang Kristen : orang Kristen harus menjadi garam dan terang. Garam memberikan rasa, ia mengawetkan, dan terang bersinar". Ini adalah sebuah contoh yang memanggil kita untuk bertindak, karena "terang tidak dimaksudkan untuk disembunyikan, karena ketika ia tersembunyi ia bahkan tidak mengawetkan : ia terpadamkan", dan "garam juga bukan sebuah benda dalam pameran museum atau lemari kaca dapur, karena pada akhirnya ia dihancurkan oleh kelembaban dan kehilangan kekuatannya, rasanya".





Print this page