Liturgical Calendar

PAUS FRANSISKUS 16 Mei 2013 : GANGGUAN APOSTOLIK

Santo Paulus adalah fokus dari homili Paus Fransiskus pada Misa Kamis pagi 16 Mei 2013, dan terutama talentanya berkenaan 'menjadi gangguan', pada orang-orang yang telah bertumbuh terlalu nyaman dalam iman mereka dan menjiwai mereka dengan semangat apostolik itu yang diperlukan bagi Gereja untuk bergerak maju.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa semangat apostolik, menyiratkan "unsur kegilaan, tapi kegilaan rohani, kegilaan sehat" dan memberitakan Kristus memiliki konsekuensi, yang sering dapat mengakibatkan penganiayaan. Meskipun demikian, Paus menyatakan, kita tidak harus menjadi 'orang Kristiani kursi belakang' yang nikmat di zona nyaman kita.

Menggambarkan inspirasi dari Kisah Para Rasul, bab 22, di mana Paulus dibawa ke hadapan Sanhedrin, Paus Fransiskus menunjukkan bahwa kehidupan Rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi salah satunya adalah "penganiayaan", tetapi ini tidak menyurutkan dia. Nasib Paulus, beliau menegaskan, "adalah nasib dengan banyak salib, tapi dia terus berjalan, dia melihat kepada Tuhan dan terus berjalan": "Paulus adalah gangguan: dia adalah orang yang, dengan khotbahnya, karyanya, sikapnya mengganggu orang lain, karena bersaksi bagi Yesus Kristus dan pemberitaan tentang Yesus Kristus membuat kita tidak nyaman, mengancam zona nyaman kita - bahkan zona nyaman orang Kristiani, bukankah demikian? Hal itu mengganggu kita. Tuhan selalu ingin kita untuk bergerak maju, maju, maju ... tidak berlindung dalam sebuah kehidupan yang tenang atau dalam dalam struktur yang nikmat, bukan? ... Dan Paulus, dalam memberitakan tentang Tuhan, adalah gangguan. Tetapi dia memiliki kedalaman di dalam dirinya sikap paling Kristiani itu: semangat apostolik. Dia memiliki semangat apostoliknya. Dia bukan seorang yang berkompromi. Tidak! Kebenaran: terus! Pemberitaan tentang Yesus Kristus, terus!".

Paus Fransiskus mencatat bahwa Santo Paulus adalah individu yang "berapi-api", tetapi api ini tidak terbatas pada sifatnya. Itu adalah api semangatnya pada Tuhan, yang menemani Sang Orang Kudus dalam 'pertempuran sengit'-nya. Memang, lanjut Paus, Tuhan yang membawanya "maju", untuk bersaksi di Yerusalem dan di Roma: "Omong-omong, saya suka fakta bahwa Tuhan telah merawat keuskupan ini, bahkan sejak saat itu ... Kita memiliki keistimewaan! Dan semangat apostolik bukanlah antusiasme untuk kekuasaan, untuk kepemilikan. Semangat tersebut adalah sesuatu yang berasal dari dalam, yang Tuhan inginkan dari kita: orang Kristiani dengan semangat apostolik. Dan dari mana semangat apostolik ini berasal? Semangat tersebut berasal dari pemahaman akan Yesus Kristus. Paulus menemukan Yesus Kristus, dia berjumpa Yesus Kristus, tetapi tidak dengan pengetahuan intelektual, ilmiah - yang adalah penting, karena itu membantu kita - tetapi dengan pengetahuan pertama itu, pengetahuan batin, perjumpaan pribadi itu".

Paus Fransiskus melanjutkan, ini adalah apa yang mendorong Paulus untuk terus, "untuk selalu memberitakan Yesus". "Dia selalu dalam kesulitan, bukan dalam masalah demi masalah, tetapi demi Yesus, memberitakan Yesus" Ini adalah konsekuensinya. Semangat apostolik, Paus menekankan, hanya dapat dipahami "dalam suasana kasih". Semangat apostolik, menyiratkan "unsur kegilaan, tetapi kegilaan rohani, kegilaan sehat". Paulus "memiliki kegilaan sehat ini".

Paus mengajak semua yang hadir untuk berdoa kepada Roh Kudus bagi semangat apostolik ini yang tidak hanya melestarikan perutusan Injil. Bahkan di dalam Gereja, beliau memperingatkan, ada "orang Kristiani yang suam-suam kuku" yang "tidak merasakan bergerak maju":

"Ada orang Kristiani kursi belakang, bukan? Mereka yang sopan, yang melakukan segala sesuatu dengan baik, tetapi tidak dapat membawa orang-orang pada Gereja melalui pemberitaan dan semangat apostolik. Hari ini kita dapat meminta Roh Kudus untuk memberikan kita semua semangat spostolik ini dan memberi kita kasih karunia untuk menjadi terganggu ketika kita terlalu tenang di dalam Gereja rahmat untuk pergi ke pinggiran kehidupan. Gereja telah begitu banyak membutuhkan ini! Tidak hanya di negeri-negeri jauh, di gereja-gereja muda, di antara orang-orang yang mengetahui Yesus Kristus, tetapi di sini di kota-kota, di kota-kota kita, mereka membutuhkan pemberitaan akan Yesus Kristus ini. Maka marilah kita meminta Roh Kudus untuk kasih karunia akan semangat apostolik ini, marilah kita menjadi orang Kristiani dengan semangat apostolik. Dan jika kita mengganggu orang-orang, terpujilah Tuhan. Majulah, sebagaimana Tuhan berkata kepada Paulus, 'teguhkan hati'".

Dalam Misa Kamis pagi tersebut, Paus Fransiskus berkonselebrasi dengan Peter Kardinal Turkson dan Uskup Mario Toso, Presiden dan Sekretaris Dewan Vatikan untuk Keadilan dan Perdamaian. Misa ini dihadiri oleh staf Dewan Vatikan untuk Keadilan dan Perdamaian dan staf Radio Vatikan.

Sumber : Radio Vatikan

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.