Orang Kristiani yang suam-suam kuku adalah mereka yang ingin membangun
sebuah gereja dengan persyaratan mereka sendiri, bukanlah Gereja Yesus:
inilah apa yang dikatakan Paus Fransiskus, Sabtu 20 April 2013, selama
Misa di Kapel Domus Sanctae Marthae. Hadir dalam Misa tersebut para
relawan dari klinik pediatrik "Santa Marta" di
Vatikan, yang dipercayakan kepada Putri-putri Amal Kasih Santo
Vinsensius de Paulo, yang selama 90 tahun telah mendukung anak-anak dan
keluarga yang berkebutuhan di Roma tanpa membedakan agama atau
kebangsaan.
Komunitas Kristen perdana, setelah penganiayaan,
hidup damai sejenak, bersatu, berjalan dan tumbuh "dalam takut akan
Tuhan dan dengan penghiburan Roh Kudus": Inilah ulasan Paus Fransiskus
berdasarkan Bacaan dari Kisah Para Rasul (9:31-42). Inilah suasana yang
sebenarnya yang dalamnya Gereja hidup dan bernapas, dipanggil untuk
berjalan di hadapan Allah dengan cara yang tak bercacat:
Inilah
ciri Gereja. Berjalan dalam takut akan Tuhan adalah 'rasa
penyembahan’, kehadiran Allah, bukan? Gereja berjalan dan dengan
demikian ketika kita berada di hadapan Allah kita tidak melakukan
hal-hal buruk atau membuat keputusan-keputusan buruk. Kita berada dalam
pandangan Allah dengan sukacita dan kebahagiaan: inilah perlindungan Roh
Kudus, yang adalah karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita –
penghiburan ini - yang membuat kita maju".
Dalam Injil dari
liturgi hari ini (Yoh 6:60-69) banyak murid benar-benar mempercayai
tutur kata Yesus, mereka berbisik, terkejut dan akhirnya meninggalkan
Sang Guru: "Orang-orang ini telah berpaling, mereka pergi, mereka
mengatakan, 'Orang ini agak sedikit' aneh, Ia mengatakan hal-hal yang
sulit ... Terlalu besar risiko untuk menuruni jalan ini. Kita memiliki
akal sehat, bukankah demikian? Mari kita 'menjauh sedikit dan tidak
begitu dekat dengan-Nya’. Orang-orang ini, mungkin, memiliki kekaguman
tertentu terhadap Yesus, tetapi sedikit 'dari jauh: tidak ikut campur
terlalu banyak dengan Orang ini, karena Ia mengatakan hal-hal yang
sedikit 'aneh’".
Orang-orang Kristiani - Paus mengatakan -
"tidak bersatu dalam Gereja, mereka tidak berjalan di hadapan Allah,
mereka tidak memiliki penghiburan Roh Kudus, mereka tidak mendandani
Gereja": "Mereka adalah orang Kristiani akal sehat saja: mereka menjaga
jarak. Orang-orang Kristiani - sehingga boleh mereka dikatakan – adalah
'pengikut', yang memiliki gereja kecil, dalam ukuran: mengutip
kata-kata Yesus dalam Pewahyuan, 'orang-orang Kristiani yang suam-suam
kuku'. Ketidakpedulian yang ada dalam Gereja ... Mereka berjalan hanya
di hadapan akal sehat, akal sehat ... kehati-hatian duniawi: Hal ini
hanya godaan kehati-hatian duniawi".
Paus Fransiskus mengenang
tentang begitu banyak orang Kristiani "yang sekarang menjadi saksi bagi
nama Yesus, bahkan sampai menjadi martir". Ini – beliau berkata -
bukanlah 'orang Kristiani pengikut', karena "mereka pergi bersama Yesus
di jalan Yesus": "Orang-orang ini tahu persis apa yang dikatakan Petrus
kepada Tuhan. Mereka memahami dengan tepat apa yang dikatakan Petrus
kepada Tuhan, ketika Tuhan bertanya: ‘Apakah engkau juga mau pergi,
menjadi 'orang Kristiani pengikut’?”. Simon Petrus menjawab-Nya :
‘Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki sabda hidup
kekal'. Sehingga dari sebuah kelompok besar di situ menjadi kelompok
yang sedikit 'lebih kecil, tetapi mereka memahami dengan sangat tepat
bahwa mereka tidak bisa pergi ke tempat lain, karena hanya Dia, Tuhan,
memiliki sabda hidup kekal".
Paus akhirnya mendaraskan doa ini:
"Mari kita berdoa sehingga Gereja, akan terus tumbuh, bersatu, berjalan
dengan takut akan Tuhan dan dengan perlindungan Roh Kudus. Semoga Tuhan
membebaskan kita dari godaan akan 'akal sehat' tersebut, dan dalam
tanda kutip , "godaan yang berbisik melawan Yesus, karena terlalu
menuntut, dan godaan dari skandal. Terjadilah demikian".
Sumber : Radio Vatikan


Print this page
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.