Liturgical Calendar

PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 22 April 2013 : TIDAK ADA RUANG BAGI ‘PARA PENDAKI’ ATAUPUN ‘AGAMA KOMERSIAL’ DALAM KERAJAAN ALLAH


Injil tentang Gembala Yang Baik di mana Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai “pintu gerbang bagi domba” adalah fokus dari homili Paus Fransiskus Senin pagi, 22 April 2013. Misa bertempat di Kapel Casa Santa Marta bersama karyawan dan para wartawan dari Kantor Berita Vatikan dan Pusat Pemancar Radio Vatikan di Santa Maria, Galeria.

Dalam Injil hari Senin (Yoh 10:1-10), Yesus memberitahu murid-murid-Nya bahwa siapa pun yang tidak masuk kandang domba melalui pintu gerbang, bukanlah gembala, namun pencuri dan perampok. Singkatnya, kata Paus Fransiskus, seseorang yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri, hanya ingin mendaki tangga sosial. Satu-satunya pintu gerbang bagi Kerajaan Allah, bagi Gereja - Paus Fransiskus mengatakan - adalah Yesus sendiri: "Para pendaki sosial ini bahkan ada dalam komunitas Kristiani, bukan? Orang-orang yang sedang mencari milik mereka tersebut... dan secara sadar maupun tidak sadar berpura-pura untuk masuk cuma pencuri dan perampok. Mengapa? Mengapa mencuri kemuliaan dari Yesus? Mereka ingin kemuliaan bagi diri mereka sendiri dan inilah apa yang dikatakan [Yesus] kepada orang-orang Farisi: Kamu mencari persetujuan masing-masing ... '. Itu adalah suatu ‘agama komersial', bukankah kamu berpikir demikian? Aku memberikan kemuliaan kepadamu dan kamu memberikan kemuliaan kepadaku. Tetapi orang-orang ini tidak masuk melalui pintu gerbang yang benar. Pintu gerbang [yang benar] adalah Yesus dan orang-orang yang tidak masuk melalui pintu gerbang ini keliru. Bagaimana saya tahu bahwa Yesus adalah pintu gerbang yang benar? Bagaimana saya tahu bahwa pintu gerbang ini adalah pintu gerbang Yesus? Cukuplah mengambil Sabda Bahagia dan melakukan apa yang dikatakan Sabda Bahagia. Bersikaplah rendah hati, miskin, lembut, adil ... ".

Paus Fransiskus melanjutkan, mencatat bahwa Yesus tidak hanya pintu gerbang, Ia juga cara, jalan untuk mengikuti perjalanan kita. Ia mengatakan ada banyak jalan yang bisa kita ikuti, beberapa mungkin lebih menguntungkan daripada yang lain dalam menggapai kemajuan, tetapi jalan-jalan tersebut "menyesatkan, jalan-jalan tersebut tidak nyata: jalan-jalan tersebut palsu. Satu-satunya jalan adalah Yesus": "Beberapa dari Anda mungkin berkata: 'Bapa, Engkau fundamentalis!'. Tidak, dengan cukup sederhana, inilah apa yang Yesus katakan: ‘Akulah pintu gerbang', ‘Akulah jalan' yang memberi hidup bagi kita. Sederhana. Pintu ini adalah pintu gerbang yang indah, pintu gerbang kasih, pintu ini adalah pintu gerbang yang tidak menipu, tidak keliru. Pintu ini selalu mengatakan kebenaran. Tetapi dengan kelembutan dan kasih. Namun, kita masih memiliki [...] sumber dosa asal dalam diri kita, bukankah demikian? Kita masih ingin memiliki kunci untuk menafsirkan segala sesuatu, kunci dan kekuatan untuk menemukan jalan kita sendiri, apa pun itu, untuk menemukan pintu gerbang milik kita sendiri, apa pun itu".

"Kadang-kadang - Paus mengatakan - kita tergoda untuk terlalu banyak mempertuan milik kita sendiri dan bukan anak-anak dan hamba Tuhan yang rendah hati": "Dan ini adalah godaan untuk mencari pintu gerbang lain atau jendela lain untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kita hanya bisa masuk melalui pintu gerbang yang bernama Yesus. Kita hanya bisa masuk melalui pintu gerbang yang menuju sebuah jalan dan jalan itu disebut Yesus serta membawa kepada suatu kehidupan yang bernama Yesus. Semua orang yang melakukan sesuatu yang lain - demikianlah firman TUHAN - yang mencoba masuk melalui jendela, adalah 'pencuri dan perampok’. Ia sederhana, Tuhan. Sabda-Nya tidak rumit:. Ia sederhana".

Paus mengakhiri dengan mengundang semua yang hadir untuk memohon "rahmat untuk selalu mengetuk pintu gerbang itu": "Kadang-kadang pintu itu tertutup: kita sedih, kita merasa sunyi sepi, kitai memiliki masalah dengan mengetuk, dengan mengetuk pintu gerbang itu. Jangan pergi mencari pintu gerbang lain yang tampak lebih mudah, lebih nyaman, lebih pasti. Selalu sosok yang sama: Yesus. Yesus tidak pernah mengecewakan, Yesus tidak menipu, Yesus bukan pencuri, bukan perampok. Ia memberikan hidup-Nya untuk saya:. masing-masing dari kita harus mengatakan ini: ‘Dan Engkau yang memberikan hidup-Mu untuk saya, silahkan, membuka, sehingga saya dapat masuk’".

Sumber : Radio Vatikan

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.