Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA TAHBISAN USKUP AUKSILER KEUSKUPAN ROMA 9 November 2015

Paus Fransiskus merayakan Misa di Basilika Santo Yohanes Lateran, Gereja Katedral Keuskupan Roma yang dikenal sebagau ibu dan kepala dari Gereja-gereja Roma dan Gereja-gereja di seluruh dunia, pada hari Senin sore, 9 Desember 2015 bertepatan dengan Pesta Pemberkatan Basilika Lateran. Dalam Misa tersebut Pays Fransiskus mentahbiskan  Pastor Angelo De Donatis menjadi Uskup Auksiler Keuskupan Roma. Pastor De Donatis, yang diangkat menjadi uskup pada tanggal 14 September 2015, sebelumnya adalah Pastor Paroki Santo Markus Penginjil di Roma.


Homili yang disampaikan oleh Paus Fransiskus selama Misa pada dasarnya homili ritual untuk penahbisan uskup dari Pontificale Romanum edisi Italia. Namun, Paus Fransiskus menambahkan beberapa frasa yang didedikasikan khususnya untuk pemberitaan Sabda, sambutan orang-orang miskin dan rentan, dan belas kasih.

"Beritakanlah Sabda pada setiap kesempatan dan juga pada saat-saat yang kurang tepat; tegurlah ... tetapi selalu ramah, nasihatilah dengan kebesaran hati dan ajaran. Semoga kata-katamu sederhana, sehingga dapat dipahami setiap orang, ketimbang homili-homili panjang. ... Ingatlah ayahmu, betapa bahagianya ia menemukan dekatnya paroki lain di mana misa dirayakan tanpa sebuah homili! Semoga homili-homilimu menjadi penerusan rahmat Allah: sederhana, yang dapat dipahami setiap orang, dan sehingga semua orang ingin menjadi lebih baik".

"Dengan hatimu, kasihilah seperti seorang ayah dan seorang saudara semua orang yang dipercayakan Allah kepadamu; seperti yang telah saya katakan, pertama dan terutama para imam, para diakon dan para seminaris; tetapi juga orang-orang miskin, orang-orang rentan, dan mereka yang membutuhkan sambutan dan pertolongan. Nasihatilah umat beriman untuk bekerja sama dalam upaya-upaya kerasulan dan dengarkanlah mereka dengan rela dan dengan kesabaran. Sering kali kamu akan membutuhkan banyak kesabaran ... tetapi Kerajaan Allah dibangun dengan cara ini".

Paus Fransiskus mengingatkan sang uskup baru bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan. "Gelar uskup bukan gelar kehormatan tetapi gelar jabatan, dan oleh karena itu seorang uskup harus berusaha melayani dan bukan memerintah". Para uskup dipanggil "[untuk] memberitakan pesan entah ia diterima atau tidak; memperbaiki kesalahan dengan kesabaran yang tak putus-putusnya dan mengajarkan berdoa serta mempersembahkan korban bagi umat yang dipercayakan kepada kepedulian Anda dan maka menarik setiap jenis rahmat bagi mereka dari kekudusan Kristus yang melimpah"... dan terutama, "mengasihi semua orang yang ditempatkan Allah dalam kepedulian Anda".

"Ketika kita dekat Tahun Kerahiman, saya meminta kamu sebagai seorang saudara untuk berbelas kasih. Gereja dan dunia sangat membutuhkan belas kasih yang besar. Ajarkanlah para imam dan para seminaris jalan belas kasih. Dengan kata-kata, tetapi sebagian besar melalui sikapmu. Belas kasih Bapa selalu menerima, selalu ada ruang di hati-Nya, Ia tidak pernah menolak siapa pun. Ia menunggu, dan menunggu. ... Saya mengharapkan kamu belas kasih yang besar".

Selama ritus penyematan cincin uskup, Paus Fransiskus juga menambahkan: "Jangan lupa bahwa, di hadapan cincin ini, ada cincin para orang tuamu. Belalah keluarga".

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.