Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 5 Desember 2016 : YESUS MEMBAWA PERUBAHAN SEJATI DAN MEMPERBAHARUI HATI

Bacaan Ekaristi : Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26.

Marilah kita membiarkan diri kita diubah oleh Kristus; marilah kita membiarkan diri kita dapat diciptakan kembali, membebaskan kita dari dosa-dosa kita. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Senin pagi 5 Desember 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus memusatkan homili pada tema pembaharuan yang dibawa Tuhan. Paus Fransiskus menempatkan kita untuk waspada terhadap lukisan atas dosa-dosa kita tanpa benar-benar merasa malu di dalam hati kita. Hanya dengan menyebut dosa-dosa dengan nama mereka, beliau mengatakan, kita akan dapat membiarkan Allah menjadikan kita wanita dan pria baru.

Padang gurun akan mekar, orang buta akan melihat, orang tuli akan mendengar. Bacaan Pertama (Yes. 35:1-10) berbicara kepada kita tentang pembaharuan, kata Paus Fransiskus. Semuanya akan berubah, buruk menjadi indah, jahat menjadi baik. Sebuah perubahan untuk menjadi lebih baik : inilah, beliau berkata, apa yang umat Israel harapkan dari Sang Mesias.

Beralih kemudian ke Bacaan Injil (Luk 5:17-26), Paus Fransiskus mencatat bahwa Yesus berupaya menyembuhkan orang-orang, membantu mereka "untuk melihat sebuah jalan perubahan" dan inilah sebabnya mereka mengikuti-Nya. Mereka tidak mengikuti Yesus karena Ia adalah semacam kebaruan; "mereka mengikuti-Nya karena pesan Yesus menyentuh hati mereka". Dan "orang-orang melihat bahwa Yesus menyembuhkan, dan mereka mengikuti-Nya" karena alasan itu juga:

Tetapi apa yang dilakukan Yesus tidak hanya mengubah hal-hal buruk menjadi indah, hal-hal jahat menjadi baik : Yesus membuat sebuah perubahan. Ini bukan masalah membuat sesuatu menjadi indah, ini bukan masalah kosmetik, masalah tata rias : Ia mengubah segalanya dari dalam! Ia membuat sebuah perubahan yakni sebuah penciptaan kembali : Allah telah menciptakan dunia; manusia jatuh ke dalam dosa; Yesus datang untuk menciptakan kembali dunia. Dan inilah pesan, pesan Injil, yang dapat kita lihat dengan jelas : sebelum menyembuhkan orang itu, Ia mengampuni dosa-dosanya. Pergilah ke arah sana, ke arah penciptaan kembali, Ia menciptakan kembali manusia itu, [mengubah dirinya] dari orang berdosa menjadi orang benar : Ia menciptakannya kembali sebagai orang benar. Ia menjadikannya baru, benar-benar baru. Dan hal ini memberikan skandal : hal ini memberikan skandal!

Karena alasan ini, Paus Fransiskus mengatakan, para ahli Taurat, "mulai berdiskusi, bersungut-sungut", karena mereka tidak dapat menerima kewenangan-Nya. Yesus, beliau mengatakan, "mampu menjadikan kita - kita orang-orang berdosa - pribadi-pribadi baru". Ini adalah sesuatu, Paus Fransiskus mengatakan, yang dipahami Maria Magdalena dalam batin. Ia sehat, "tetapi ia punya sebuah luka batin : ia adalah orang berdosa". Ia memiliki pemahaman batin bahwa Yesus mampu menyembuhkan tidak hanya tubuh", tetapi luka-luka jiwa. Ia bisa menciptakan kembali!". Dan karena alasan tersebut "iman yang besar "diperlukan.

Tuhan, Paus Fransiskus mengatakan, "membantu kita mempersiapkan diri untuk Natal dengan iman yang besar" karena "demi penyembuhan jiwa, demi penyembuhan keberadaan penciptaan kembali yang dibawa Yesus membutuhkan iman yang besar dalam diri kita". Berubah, beliau mengatakan "adalah rahmat keselamatan yang dibawa Yesus". Kita perlu mengatasi godaan mengatakan "aku tidak bisa melakukannya", dan membiarkan diri kita bukan diubah, diciptakan kembali oleh Yesus. "Keteguhan hati" adalah sabda Allah:

Kita semua orang-orang berdosa, tetapi lihatlah ke akar dosa kalian, dan bahwa Tuhan pergi ke sana dan kembali menciptakannya kembali; dan bahwa akar yang pahit akan berkembang, berkembang dengan karya-karya keadilan; dan kalian akan menjadi pria baru, wanita baru. Tetapi jika kita [mengatakan] : "Ya, ya, aku memiliki beberapa dosa; aku pergi, aku mengaku dosa ... sepatah dua patah kata, dan kemudian aku berjalan seperti sebelumnya", aku tidak membiarkan diriku diciptakan kembali oleh Tuhan. Hanya dua lapisan cat, dan kita meyakini bahwa dengan hal ini cerita berakhir. Tidak! Penamaan dosa-dosa saya, dengan nama dan nama keluarga : saya sudah melakukan ini, dan ini, dan ini, dan saya malu dalam hati. Dan saya membuka hati saya : 'Tuhan, satu-satunya yang saya miliki. Ciptakanlah aku kembali! Ciptakanlah aku kembali! Dan maka kita memiliki keteguhan hati untuk berjalan dengan iman yang benar - seperti yang kita mohonkan - menjelang Natal.

Paus Fransiskus mengatakan kita selalu "berusaha untuk menyembunyikan beban dosa-dosa kita". Misalnya ketika kita mengurangi kecemburuan. Inilah, di sisi lain, kata Paus Fransiskus, "hal yang sangat buruk. Itu seperti bisa ular" yang berusaha "menghancurkan orang lain!".

Dan maka Paus Fransiskus mendorong kita "untuk sampai ke dasar dosa-dosa kita dan kemudian memberikan mereka kepada Tuhan, sehingga Ia akan menghapuskan mereka dan membantu kita berjalan maju dengan iman". Dan beliau menekankan bagian ini, menceritakan kisah seorang Santo, seorang pakar Kitab Suci yang agung, yang memiliki karakter yang sangat kuat, yang sering menjadi marah, dan yang memohon pengampunan dari Tuhan, melakukan begitu banyak tindakan penyangkalan dan penebusan dosa : Sang Santo, berbicara kepada Tuhan dengan berkata, 'Apakah Engkau senang hati, ya Tuhan' - 'Tidak!' - 'Tetapi aku telah memberikan Engkau segalanya!' - 'Tidak, ada sesuatu yang hilang ...'. Dan orang yang malang ini melakukan penebusan dosa lainnya, mendaraskan doa lainnya, mendaraskan vigili lainnya : 'Aku telah melakukan hal ini bagi-Mu, ya Tuhan. Apakah semuanya baik-baik saja?' - 'Tidak! Sesuatu yang hilang ...' - 'Tetapi apa yang hilang, Tuhan?' - 'Yang kurang adalah dosa-dosamu! Berikanlah kepada-Ku dosa-dosamu!' Inilah apa yang diminta Tuhan dari kita hari ini. 'Teguh hatilah! Berikanlah kepada-Ku dosa-dosamu dan Aku akan menjadikan kamu pria baru, wanita baru'. Semoga Tuhan memberi kita iman, mempercayai hal ini.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.