Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 20 Juni 2016 : BERCERMINLAH SEBELUM MENGHAKIMI ORANG LAIN

Bacaan Ekaristi : 2 Raj 17:5-8,13-15a,18; Mzm 60; Mat 7:1-5

Sebelum menghakimi orang lain kita seharusnya bercermin dulu untuk melihat bagaimana tampaknya kita, diri kita sendiri. Itulah yang dikatakan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Senin pagi 20 Juni 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Dalam Misa terakhirnya dengan homili menjelang liburan musim panas, Paus Fransiskus menunjukkan bahwa apa yang membedakan penghakiman Allah dari penghakiman kita bukanlah "kemahakuasaan" tetapi "kerahiman".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 16 Juni 2016 : DOA BAPA KAMI ADALAH BATU PENJURU KEHIDUPAN DOA KITA

Bacaan Ekaristi : Sir 48:1-14; Mzm 97:1-2,3-4,5-6,7; Mat 6:7-15

"Bapa" adalah kata yang tidak pernah bisa kurang dalam doa, karena ia adalah "batu penjuru" yang memberi kita jatidiri Kristen". Jika kita juga menambahkan kata "kami", ini memungkinkan kita untuk merasakan bahwa kita semua adalah bagian dari "sebuah keluarga". Dengan jalan ini kita juga menghindari "kata-kata yang bertele-tele" atau mencari-cari "kata-kata ajaib", dan kita sepenuhnya menghayati doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita - Bapa kami - terutama ketika Ia mengajak kita untuk mengampuni orang lain. Selama homilinya pada Misa harian Kamis pagi, 16 Juni 2016, di Kapel Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus menganjurkan untuk membuat "suatu pemeriksaan batin" yang berdasarkan pada Bapa Kami.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 14 Juni 2016 : MENDOAKAN MUSUH KITA DAPAT MENYEMBUHKAN HATI KITA

Bacaan Ekaristi : 1Raj 21:17-29; Mzm 51:3-4,5-6a,11,16; Mat 5:43-48

Di jalan Kristen "tidak ada tempat untuk kebencian" : jika, sebagai "anak-anak", orang-orang percaya ingin "menyerupai Bapa", mereka tidak harus terbatas pada "ketentuan hukum", tetapi sebaliknya mereka harus menghayati "perintah kasih" setiap hari. Mampu "mendoakan musuh-musuh mereka" : itu adalah "langkah terakhir" yang kalian harus daki, yang diperlukan untuk menyembuhkan "hati yang terluka oleh dosa". Itulah yang dikatakan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi, 14 Juni 2016, di Casa Santa Marta, Vatikan. Beliau mencatat bahwa Yesus, menjungkirbalikkan gagasan "sesama", datang untuk "menyempurnakan" hukum. Bahkan, Paus Fransiskus mengatakan, Yesus "tidak datang untuk membatalkan hukum", karena musuh-musuh-Nya menuduh-Nya melakukannya, tetapi "menyempurnakannya". Semuanya "hingga iota terakhir".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA YUBILEUM ORANG SAKIT DAN PENYANDANG CACAT 12 Juni 2016


Bacaan Ekaristi : 2Sam 12:7-10.13; Gal 2:16.19-21; Luk 7:36-8:3

"Aku telah disalibkan bersama Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal 2:19-20). Dalam kata-kata ini, Rasul Paulus secara kuat mengungkapkan misteri kehidupan Kristen, yang dapat diringkas dalam dinamika Paskah kematian dan kebangkitan yang diterima pada saat baptisan. Memang, melalui penenggelaman dalam air, kita masing-masing, karena itu, mati dan dikuburkan bersama-sama Kristus (bdk. Rm 6:3-4), dan muncul kembali, menunjukkan keluar kehidupan baru dalam Roh Kudus. Kelahiran kembali ini mencakup setiap aspek kehidupan kita : bahkan penyakit, penderitaan dan kematian yang diambil di dalam Kristus dan di dalam Dia menemukan makna utama mereka. Hari ini, pada hari Yubileum yang dikhususkan untuk orang-orang sakit dan para penyandang cacat, kata kehidupan ini memiliki resonansi khusus untuk pertemuan kita.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 10 Juni 2016 : PELAJARAN DARI NABI ELIA

Bacaan : 1Raj 19:9a,11-16; Mzm 27:7-8a,8b-9abc,13-14; Mat 5:27-32

Orang Kristen sedang "berdiri", agar menyambut Tuhan dalam "keheningan" yang sabar, untuk mendengarkan suara-Nya dan "pergi keluar" untuk memberitakan-Nya kepada orang lain, memahami iman tersebut selalu merupakan "sebuah perjumpaan". Paus Fransiskus mengatakan hal ini dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi, 10 Juni 2016, di Kapel Santa Marta, Vatikan. Ketiga sikapi in, beliau menjelaskan, mendorong dan menghidupkan kembali kehidupan semua orang yang merasa kewalahan oleh rasa takut di saat-saat yang paling sulit.