Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 15 September 2016 : MARIA ADALAH BUNDA KITA, YANG MELINDUNGI KITA

Bacaan Ekaristi : 1Kor. 12:31-13:13; Mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16, 20; Yoh. 19:25-27

Dalam "dunia yang menderita krisis keyatimpiatuan yang besar", kita memiliki seorang ibu yang menyertai dan melindungi kita. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Kamis pagi 15 September 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan, yang bertepatan dengan Pesta Santa Perawan Maria Berdukacita.

Injil hari itu (Yoh. 19:25-27) membawa kita ke Kalvari. Semua murid melarikan diri, kecuali Santo Yohanes dan beberapa perempuan. Di kaki Salib ada Maria, Bunda Yesus. Semua orang menatapnya, mengatakan, "Itulah ibu si penjahat ini! Itulah ibu orang yang subversif ini!"

"Dan Maria mendengar hal-hal ini. Ia menderita penghinaan yang mengerikan. Dan ia juga mendengar para pejabat, bahkan beberapa imam, yang ia hormati, karena mereka adalah imam, [mengatakan] "Engkau yang begitu baik, turunlah! Turunlah!" bersama Putranya, yang telanjang, di sana [di kayu Salib]. Dan Maria memiliki penderitaan yang begitu besar, tetapi ia tidak melarikan diri. Ia tidak menyangkal Putranya! Ia adalah darah dagingnya".

Paus Fransiskus mengingat hal itu, ketika beliau berada di Buenos Aires dan akan mengunjungi para tahanan di penjara, beliau selalu melihat antrian perempuan menunggu untuk masuk :

"Mereka adalah para ibu. Tetapi mereka tidak malu : darah daging mereka ada di dalam sana. Dan para perempuan ini menderita tidak hanya malu berada di sana - "Pandanglah dia! Apa yang dilakukan anaknya?" - tetapi mereka juga menderita penghinaan yang buruk dari pencarian yang mereka harus jalani sebelum masuk. Tetapi mereka adalah para ibu, dan mereka pergi untuk menemukan darah daging mereka sendiri. Dan demikianlah dengan Maria : ia ada di sana, bersama Putranya, dengan penderitaan yang sangat besar itu".

Yesus, Paus Fransiskus mengatakan, telah berjanji untuk tidak meninggalkan kita sebagai anak yatim piatu, dan di kayu salib Ia memberi kita Ibu-Nya sebagai Ibu kita : "Kita orang-orang Kristen memiliki seorang ibu, Bunda Yesus; kita memiliki seorang Bapa, Bapa Yesus. Kita bukan anak-anak yatim piatu! Dan ia melahirkan bagi kita pada saat itu dengan kesedihan yang demikian besar : Ia benar-benar seorang martir. Dengan hati yang tertusuk, ia menerima melahirkan kita semua di saat kesedihan itu. Dan sejak saat itu ia menjadi ibu kita, sejak saat itu ia adalah ibu kita, orang yang merawat kita dan tidak malu akan kita. Ia melindungi kita".

Para mistikus abad-abad awal, Paus Fransiskus mengatakan, menasehati kita untuk berlindung di bawah mantel Bunda Allah di saat-saat pergolakan rohani : "Iblis tidak bisa masuk ke sana". Beliau melanjutkan, menjelaskan bahwa Maria adalah seorang ibu, dan ia akan melindungi sebagai seorang Ibu. Orang-orang Barat kemudian mengambil nasehat ini ke hati dan menyusun Antifon Maria versi bahasa Latin : Sub tuum praesidium, "di bawah mantelmu, di bawah perlindungan-Mu, ya Ibu!". Kita aman di sana, beliau berkata.

"Dalam dunia yang bisa kita sebut yatim piatu", Paus Fransiskus mengakhiri, "dalam dunia ini yang menderita krisis" pengalaman agung menjadi yatim piatu, "mungkin pertolongan kita terletak pada mengatakan 'Pandanglah ibu-Mu!'". Kita memiliki seorang ibu "yang melindungi kita, mengajarkan kita, menyertai kita; yang tidak malu akan dosa-dosa kita. Ia tidak malu, karena ia adalah ibu kita. Semoga Roh Kudus, sahabat ini, pendamping ini di sepanjang jalan, Parakletos atau Sang Penolong lainnya yang telah diutus Tuhan, membuat kita memahami misteri keibuan Maria yang sangat agung ini".

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.