Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 25 Oktober 2016 : KERAJAAN ALLAH TUMBUH MELALUI KETAATAN BUKAN DENGAN BAGAN ORGANISASI

Bacaan Ekaristi : Ef. 5:21-33; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Luk. 13:18-21

Paus Fransiskus mengatakan Kerajaan Allah tumbuh melalui para anggotanya yang menunjukkan ketaatan dan memperingatkan orang-orang Kristen terhadap berkonsentrasi terlalu banyak pada tatanan dan bagan organisasi. Beliau mengatakannya dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 25 Oktober 2016 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.

Mengambil inspirasinya dari bacaan-bacaan liturgi hari itu, Paus Fransiskus merenungkan sifat Kerajaan Allah selama homilinya, Beliau mengatakan itu bukanlah tatanan yang tetap tetapi terus berkembang dan menggambarkan apa yang membantunya bertumbuh. Beliau menekankan bahwa Hukum Allah tidak hanya ada untuk dipelajari tetapi untuk melakukan perjalanan ke depan selama hidup kita.

"Apakah Kerajaan Allah? Nah, mungkin Kerajaan Allah adalah tatanan yang dibuat dengan sangat baik, seluruhnya rapi, seluruh bagan organisasi dipertunjukkan, segala sesuatu dan orang yang tidak masuk (ke dalam tatanan ini) tidak berada dalam Kerajaan Allah. Tidak, hal yang sama dapat terjadi pada Kerajaan Allah seperti yang terjadi pada Hukum : tidak berubah, kekakuan ... Hukum adalah tentang bergerak maju, Kerajaan Allah bergerak maju, ia tidak tinggal diam. Apa lagi : Kerajaan Allah sedang menciptakan kembali dirinya setiap hari".

Paus Fransiskus mengingatkan bagaimana Yesus dalam perumpamaan-Nya tentang hal-hal dalam kehidupan kita sehari-hari berbicara tentang ragi yang tidak tetap ragi karena pada akhirnya ia tercampur dengan tepung dan oleh karena itu ia berada dalam perjalanan dan menjadi roti. Dan kemudian ada benih yang tidak tetap sebuah benih karena ia mati dan memberi hidup kepada pohon. Ragi maupun benih, Paus Fransiskus menjelaskan, berada dalam sebuah perjalanan melakukan sesuatu tetapi melakukan hal ini mereka mati. Ini bukanlah masalah kekecilan, baik ia kecil, tak diperhitungkan atau hal yang besar. Ini pertanyaan melakukan perjalanan dan sementara perjalanan ini perubahan terjadi.

Paus Fransiskus melanjutkan dengan memperingatkan seseorang yang melihat Hukum tetapi bukan melakukan perjalanan maju dan memiliki sikap yang kaku. "Sikap apakah yang Tuhan minta dari kita agar Kerajaan Allah tersebut dapat tumbuh dan menjadi roti untuk semua orang dan juga merupakan rumah untuk semua orang? Ketaatan : Kerajaan Allah tumbuh melalui ketaatan terhadap kekuatan Roh Kudus. Tepung berhenti menjadi tepung dan menjadi roti karena ia taat kepada kekuatan ragi dan ragi membiarkan dirinya dicampur dengan tepung ... Saya tidak tahu, tepung tidak memiliki perasaan tetapi membiarkan dirinya tercampur. Orang bisa berpikir bahwa ada beberapa penderitaan di sini, khan? Tetapi Kerajaan Allah juga, Kerajaan Allah tumbuh dengan cara ini dan kemudian pada akhirnya ia adalah roti untuk semua orang".

Sama seperti tepung taat kepada ragi, lanjut Paus Fransiskus, benih terlalu membiarkan dirinya dibuahi dan kehilangan jatidirinya sebagai sebuah benih dan menjadi sesuatu yang jauh lebih besar : ia mengubah diri. Beliau mengatakan itu sama dengan Kerajaan Allah yang sedang melakukan perjalanan "menuju harapan" dan "melakukan perjalanan menuju kepenuhan".

Mengatakan Kerajaan Allah menciptakan kembali dirinya sendiri setiap hari, Paus Fransiskus menekankan bahwa Kerajaan Allah tumbuh melalui ketaatan kita kepada Roh Kudus yang, sama seperti sejumput ragi atau benih yang kecil, mengubah diri mereka agar tumbuh. Beliau memperingatkan bahwa jika orang-orang Kristen tidak melakukan perjalanan maju mereka menjadi kaku dan kekakuan ini menjadikan mereka anak-anak yatim tanpa Bapa.

"Orang yang kaku hanya memiliki tuan-tuan dan bukan bapa. Kerajaan Allah seperti seorang ibu yang tumbuh dan subur, memberi dirinya sehingga anak-anaknya memiliki makanan dan penginapan, sesuai dengan teladan Tuhan. Hari ini adalah hari untuk memohon rahmat ketaatan kepada Roh Kudus. Sering kali kita tidak taat pada suasana hati kita, penghakiman kita. 'Tetapi saya melakukan apa yang saya inginkan .... '. Kerajaan Allah tidak tumbuh dengan cara ini dan kita juga tidak tumbuh. Ketaatab kepada Roh Kuduslah yang membuat kita tumbuh dan berubah seperti ragi dan benih. Semoga Tuhan memberi kita semua anugerah ketaatan ini.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.