Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA TAHBISAN 19 IMAM DI BASILIKA SANTO PETRUS 12 Mei 2019

Bacaan Ekaristi : Kis. 13:14,43-52; Mzm. 100:2,3,5; Why. 7:9,14b-17; Yoh. 10:27-30.

Saudara dan saudari terkasih,

Putra-putra kita ini telah dipanggil untuk jenjang presbiterat. Ada baiknya kita merenungkan dengan seksama pelayanan yang untuknya mereka akan diangkat dalam Gereja. Seperti yang kalian ketahui dengan baik, saudara-saudara, Tuhan Yesus adalah satu-satunya Imam tertinggi Perjanjian Baru; Namun, di dalam diri-Nya, segenap umat Allah yang kudus merupakan sebuah umat imami. Meskipun demikian, di antara semua murid-Nya, Tuhan Yesus akan memilih beberapa orang, khususnya, sehingga, di depan umum melaksanakan jabatan imami dalam Gereja dengan dukungan semua orang, perutusan pribadi-Nya sebagai guru, imam dan gembala akan terus berlanjut. Sebagaimana, pada kenyataannya, Ia diutus untuk hal ini oleh Bapa, sehingga Ia pada gilirannya diutus ke dunia, pertama-tama para Rasul dan kemudian para uskup dan para pengganti mereka, kepada mereka akhirnya diberikan para imam sebagai rekan kerja yang, dipersatukan dengan mereka dalam pelayanan imamat, dipanggil untuk melayani Umat Allah.


Setelah bertahun-tahun permenungan - permenungan mereka, permenungan para superior, para superior yang menemani mereka dalam perjalanan ini -, mereka diajukan hari ini sehingga saya memberikan tahbisan imamat kepada mereka. Mereka, sesungguhnya, akan diserupakan dengan Kristus, Sang Imam Besar dan Kekal, yaitu, mereka akan dikuduskan sebagai imam sejati Perjanjian Baru, dan untuk gelar ini, yang mempersatukan mereka dalam imamat dengan uskup mereka, mereka akan menjadi para pewarta Injil, para gembala Umat Allah, dan mereka akan memimpin berbagai tindakan ibadat, terutama dalam perayaan pengorbanan Tuhan, yaitu dalam Ekaristi.

Bagi kalisn, saudara-saudara dan putra-putra terkasih, yang akan diangkat ke jenjang presbiterat, pertimbangkanlah bahwa menjalankan pelayanan pengajaran suci kalian akan menjadi peserta dalam perutusan Kristus, satu-satunya Guru. Jenjang presbiterat bukan lembaga budaya; jenjang presbiterat bukan gabungan perusahaan. Kalian akan menjadi peserta dalam pelayanan Kristus. Sampaikan Sabda Allah itu kepada semua orang, yang kalian sendiri terima dengan sukacita. Dan untuk tujuan ini, baca dan renungkan dengan tekun Sabda Allah untuk memercayai apa yang telah kalian baca, untuk mengajarkan apa yang telah kalian pelajari dalam iman dan untuk hidup sesuai dengan apa yang telah kalian ajarkan. Homili dan khotbah tidak akan pernah bisa dibuat tanpa banyak doa, dengan empedu di tangan. Jangan melupakan hal ini.

Semoga ajaran kalian, karenanya, memupuk Umat Allah; ketika ajaran tersebut berasal dari hati dan lahir dari doa, ajaran itu akan jauh lebih berhasil. Semoga sukacita dan dukungan umat menjadi pewangi kehidupan kalian : manusia doa, manusia pengorbanan, karena dengan Sabda dan teladan kalian membangun bait Allah, yaitu Gereja. Dan dengan demikian kalian akan melanjutkan karya pengudusan Kristus. Melalui pelayanan kalian, pengorbanan rohani umat Allah disempurnakan, karena digabungkan dengan pengorbanan Kristus, yang, atas nama seluruh Gereja dipersembahkan oleh tangan kalian secara tak berdarah di atas altar dalam perayaan Misteri-misteri Suci. Bersikaplah penuh perhatian dalam perayaan Ekaristi. Oleh karena itu, kenali apa yang kalian lakukan. Teladanilah apa yang kalian rayakan karena, dengan mengambil bagian dalam misteri wafat dan kebangkitan Tuhan, kalian menanggung wafat Kristus di dalam para anggota kalian dan berjalan bersama-Nya dalam kebaruan hidup. Tuhan berkehendak untuk menyelamatkan kita secara cuma-cuma. Ia sendiri telah mengatakan kepada kita : "Berikanlah secara cuma-cuma apa yang telah kamu terima secara cuma-cuma". Perayaan Ekaristi adalah puncak kerendahan hati Tuhan. Tolong, jangan mencemarinya dengan berbagai kepentingan yang dangkal.

Dengan Sakramen Baptis, kalian akan menambahkan umat baru kepada umat Allah. Dengan Sakramen Tobat, kalian akan mengampuni dosa dalam nama Allah, Kristus dan Gereja. Dan di sini, saya memohon kepada kalian, jangan bosan bermurah hati. Bermurah hati seperti Bapa, seperti Yesus bermurah hati dengan kita, dengan kita semua. Dengan minyak suci, kalian akan memberikan bantuan kepada orang lemah karena usia. Luangkanlah waktu untuk mengunjungi orang sakit dan orang yang lemah karena usia. Dengan merayakan upacara-upacara suci serta memanjatkan doa pujian dan permohonan dalam jam-jam tertentu setiap hari, kalian akan menjadikan diri kalian suara umat Allah dan segenap umat manusia.

Menyadari telah dipilih di antara orang-orang dan berdasarkan keinginan mereka untuk memperhatikan perkara Allah, melaksanakan dalam sukacita dan amal kasih <serta> dengan tulus karya imami Kristus, semata-mata bermaksud untuk menyenangkan Allah dan bukan diri kalian. Sukacita imami hanya ditemukan dengan cara ini, berusaha menyenangkan Allah yang telah memilih kita. Akhirnya, mengambil bagian dalam perutusan Kristus, Sang Kepala, dan Sang Gembala, dalam persekutuan bakti dengan uskup kalian, berketetapan hati untuk mempersatukan umat dalam satu keluarga yang tunggal. Di sinilah selayaknya kedekatan imam : dekat dengan Allah dalam doa; dekat dengan uskup yang adalah Bapa kalian, dekat dengan para pelayan Gereja, dengan para imam lainnya, sebagai saudara, tanpa saling "menguliti” [saling berbicara buruk], dan dekat dengan umat Allah. Di hadapan kalian selalu ada teladan Sang Gembala yang baik, yang tidak datang untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan berusaha menyelamatkan apa yang hilang.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.