Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 1 April 2020 : JATIDIRI ORANG KRISTIANI ADALAH PEMURIDAN


Bacaan Ekaristi : Dan. 3:14-20,24-25,28; Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42.


Dalam hari-hari ini, Gereja telah meminta kita untuk mendengarkan Injil Yohanes bab 8 : Injil Yohanes bab 8 adalah perdebatan yang sangat tajam antara Yesus dan para ahli Taurat. Dan, terutama, Injil Yohanes bab 8 berusaha membuat kita melihat jatidiri kita sendiri : Yohanes berusaha mendekatkan kita pada pergulatan itu untuk memperjelas jatidiri, baik jatidiri Yesus maupun jatidiri para ahli Taurat. Yesus menyudutkan mereka, membuat mereka melihat kontradiksi mereka sendiri. Dan, pada akhirnya, mereka tidak menemukan jalan keluar selain menghina : Injil Yohanes bab 8 adalah salah satu perikop yang paling menyedihkan, Injil Yohanes bab 8 adalah penghujatan; mereka menghina Bunda Maria.


Namun, berbicara tentang jatidiri, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, Ia menasehati mereka: "Jikalau kamu tetap dalam sabda-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku". Sabda Tuhan yang sangat berharga itu kembali, yang akan diulangi-Nya berkali-kali, dan kemudian dalam Perjamuan Terakhir : tetap. "Tetap dalam Aku". Tetap dalam Tuhan. Ia tidak mengatakan : belajar dengan baik, mempelajari penjelasan dengan baik; Ia menerima hal ini begitu saja. Namun, Ia beralih kepada hal yang paling penting, yakni yang paling berbahaya bagi kehidupan jika tidak dilakukan : tetap. “Tetap dalam sabda-Ku”, dan mereka yang tetap dalam sabda Yesus memiliki jatidiri Kristiani dengan sendirinya. Dan apa jatidiri tersebut? "Kamu benar-benar adalah murid-Ku". Jatidiri Kristiani bukan kartu yang mengatakan : "Aku orang Kristiani", kartu jatidiri, tidak. Jatidiri Kristiani adalah pemuridan. Jika kamu tetap dalam Tuhan, dalam Sabda Tuhan, dalam kehidupan Tuhan, kamu akan menjadi seorang murid. Jika kamu tidak tetap dalam Dia, kamu akan menjadi orang yang bersimpati dengan ajaran, yang mengikuti Yesus sebagai orang yang melakukan begitu banyak amal, yang sangat baik, yang memiliki nilai-nilai yang benar; namun, pemuridan sebenarnya adalah jaridiri orang Kristiani yang sesungguhnya.

Dan pemuridanlah yang akan memberi kita kebebasan : seorang murid adalah orang yang bebas karena ia tetap dalam Tuhan. Dan, apa artinya “tetap dalam Tuhan”? Tetap dalam Tuhan berarti memperkenankan diri dibimbing oleh Roh Kudus. Murid memperkenankan dirinya dibimbing oleh Roh; oleh karena itu, seorang murid selalu manusia tradisi dan manusia kebaruan, ia adalah manusia yang bebas - bebas, tidak pernah tunduk pada ideologi, ajaran dalam kehidupan Kristiani, ajaran yang dapat diperdebatkan ... ia tetap dalam Tuhan, Rohlah yang mengilhami. Ketika kita bermadah bagi Roh, kita mengatakan kepada-Nya bahwa Ia adalah tamu jiwa, bahwa Ia tinggal di dalam diri kita, tetapi hal ini <benar> hanya jika kita tetap dalam Tuhan.

Saya memohon kepada Tuhan untuk membuat kita mengetahui kebijaksanaan tetap dalam Dia ini dan membuat kita mengetahui keakraban dengan Roh itu : Roh Kudus memberi kita kebebasan. Dan pengurapan tersebut dilakukan oleh-Nya. Barangsiapa yang tetap dalam Tuhan adalah seorang murid, dan seorang murid adalah orang yang diurapi, dan diurapi oleh Roh, yang telah menerima pengurapan Roh dan membawanya berkembang. Inilah cara Yesus membuat kita melihat kebebasan dan juga kehidupan. Dan pemuridan adalah pengurapan yang diterima orang-orang yang tetap tinggal dalam Tuhan.

Semoga Tuhan membuat kita memahami hal ini, yang tidak mudah : karena para ahli Taurat tidak memahaminya; tidak dipahami dengan kepala; kebijaksanaan pengurapan Roh Kudus ini, yang menjadikan kita murid, dipahami dengan kepala dan hati.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.