Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PENAHBISAN IMAM 26 April 2015

Bacaan Ekaristi : Kis 4:8-12; 1Yoh 3:1-2; Yoh 10:11-18

Paus Fransiskus menahbiskan 19 diakon menjadi iman pada hari Minggu pagi 26 April 2015 di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Penahbisan ini bertepatan dengan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan ke-52. Ke-19 diakon tersebut berasal dari delapan negara yang berbeda dan semuanya berusia kurang dari 40 tahun. Sembilan diakon berasal dari Italia, serta 10 diakon lainnya berasal dari Madagaskar, India, Peru, Kolombia, Cili, Korea Selatan, and Kroasia. Pentahbisan oleh Paus adalah sebuah tradisi yang dimulai oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1993. Sekarang penahbisan itu berlangsung setiap Hari Minggu Paskah IV, yang juga merupakan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan. Tema Hari Doa Sedunia untuk Panggilan tahun ini adalah "Keluaran, sebuah pengalaman dasariah panggilan". Berikut adalah homili Paus Fransiskus dalam Misa tersebut.
**********************

Saudara-saudara terkasih,

Ini, para anak laki-laki kita, yang dipanggil ke jenjang imamat. Akan ada baiknya kita merenungkan sedikit tentang jabatan itu yang kepadanya mereka akan diangkat dalam Gereja. Seperti yang Anda ketahui, Tuhan Yesus adalah satu-satunya Imam Agung Perjanjian Baru, tetapi juga di dalam Dia semua orang kudus Allah dilantik sebagai orang-orang imami. Kita semua! Namun demikian, di antara semua murid-Nya, Tuhan Yesus ingin memilih beberapa orang secara khusus, karena menjalankan imamat di depan umum dalam Gereja, dalam mendukung semua orang, melanjutkan perutusan pribadi-Nya sebagai guru, imam dan gembala.

Bahkan, karena inilah mengapa Ia telah diutus oleh Bapa. Dan, pada gilirannya, Ia mengutus dalam dunia pertama-tama para Rasul, dan kemudian para uskup dan para penerus mereka, yang akhirnya diberi sebagai rekan sekerja, para imam, yang, bersama-sama dengan mereka dalam jabatan imami, dipanggil untuk melayani Umat Allah .

Mereka telah merenungkan tentang hal ini, tentang panggilan mereka, dan sekarang mereka akan menerima penahbisan imamat. Dan uskup memiliki resiko - memiliki resiko! - dan memilih mereka, sama seperti Bapa telah memiliki resiko bagi kita masing-masing.

Mereka memang akan ditatan bagi Kristus, Sang Imam Agung Abadi, yaitu mereka akan ditahbiskan sebagai para imam sejati Perjanjian Baru, dan dengan demikian, mereka akan dipersatukan dalam imamat dengan uskup mereka. Mereka akan menjadi para pewarta Injil, para gembala Umat Allah, dan akan memimpin tindakan-tindakan ibadat, terutama dalam merayakan pengorbanan Tuhan.

Mengenai Anda, Anda akan dipromosikan ke jenjang imamat, memikirkan hal itu dalam melaksanakan jabatan Ajaran Suci, Anda akan berbagi dalam perutusan Kristus, satu-satunya Guru. Salurkanlah kepada semua orang sabda Allah, yang Anda sendiri terima dengan sukacita. Bacalah dan renungkanlah dengan tekun Sabda Tuhan untuk mempercayai apa yang Anda baca, ajarkanlah apa yang telah Anda pelajari dalam iman, dan hayatilah apa yang telah Anda ajarkan.

Dan ini adalah makanan Umat Allah; agar khotbah Anda tidak membosankan; agar homili Anda sendiri menjamah hati umat karena mereka datang dari hati Anda, karena apa yang sedang Anda katakan adalah benar-benar apa yang Anda miliki dalam hati Anda. Maka berikanlah Sabda Allah, dan dengan demikian ajaran Anda akan menjadi sukacita dan dukungan bagi umat beriman Kristus; aroma hidup Anda akan menjadi kesaksian, karena keteladan dibangun, tetapi kata-kata tanpa keteladan adalah kata-kata kosong, dan tidak akan pernah sampai pada hati dan bahkan membahayakan: Mereka tidak baik! Anda akan melanjutkan pekerjaan pengudusan Kristus. Melalui jabatan Anda, pengorbanan rohani umat beriman dijadikan sempurna - karena digabungkan dengan pengorbanan Kristus, melalui tangan Anda, atas nama seluruh Gereja - [dan] ditawarkan, dengan cara tak berdarah, pada altar dalam perayaan Misteri Kudus.

Ketika Anda merayakan Misa, oleh karena itu, mengakui apa yang Anda lakukan. Jangan melakukannya terburu-buru! Teladani apa yang Anda rayakan - bukan sebuah ritual yang dibuat-buat, sebuah ritual yang dibuat-buat - agar supaya, ikut serta dalam misteri wafat dan kebangkitan Tuhan, Anda membawa wafat Kristus dalam para anggota Anda dan sehingga Anda berjalan bersama-Nya dalam kebaruan hidup.

Dalam Baptisan, gabungkanlah umat beriman yang baru kepada Umat Allah. Jangan pernah menolak Baptisan bagi siapa pun yang meminta! Dengan Sakramen Tobat, ampunilah dosa-dosa dalam nama Kristus dan Gereja. Dan saya, dalam nama Yesus Kristus, Tuhan, dan Mempelai-Nya, Gereja yang Kudus, saya meminta Anda untuk tidak jemu-jemu berbelas kasih. Dalam pengakuan, Anda harus tergerak untuk mengampuni, tidak mengutuk! Teladanilah Bapa yang tidak pernah lelah mengampuni. Dengan minyak suci, Anda akan memberikan kelegaan bagi orang sakit. Merayakanlah ritual sakral dan pada berbagai kesempatan panjatkanlah doa-doa harian dan permohonan, Anda akan menjadi suara Umat Allah dan seluruh umat manusia.

Sadarlah telah dipilih dari antara manusia dan diperkenankan di antara mereka untuk menghadiri perkara-perkara Allah, menjalani dalam sukacita dan dengan amal kasih yang tulus dari karya imami Kristus, dengan niat hanya menyenangkan Allah dan bukan diri Anda sendiri. Adalah seorang imam yang buruk yang hidup untuk menyenangkan dirinya sendiri, yang berlagak "burung merak!".

Akhirnya, keikutsertaan dalam perutusan Kristus, Kepala dan Gembala, dalam persekutuan seperti putra dengan uskup Anda, berusahalah untuk menpersatukan umat dalam satu keluarga - Jadilah para pejabat kesatuan dalam Gereja, dalam keluarga - memimpin mereka kepada Allah Bapa melalui Kristus dalam Roh Kudus. Dan selalu ingat teladan Sang Gembala yang Baik, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani; tidak tinggal dalam kenyamanan-Nya, tetapi  pergi keluar dan mencari serta menyelamatkan yang hilang.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.