Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 10 Maret 2020 : ALLAH MEMANGGIL KITA UNTUK MEMBICARAKAN DOSA-DOSA KITA


Bacaan Ekaristi : Yes. 1:10,16-20; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mat. 23:1-12.


Kemarin, sabda Allah mengajarkan kita bagaimana mengenali dosa-dosa kita dan mengakuinya, tetapi tidak hanya dengan pikiran, juga dengan hati, dengan semangat rasa malu; rasa malu atas dosa-dosa kita sebagai sikap yang paling mulia di hadapan Allah. Dan hari ini Allah memanggil kita semua orang-orang berdosa untuk berdialog dengan-Nya (bdk. Yes 1:10.16-20). Karena dosa menutup kita di dalam diri kita sendiri, dosa membuat kita bersembunyi, atau menyembunyikan kebenaran kita, di dalam diri kita. Itulah apa yang terjadi pada Adam dan Hawa : setelah berbuat dosa mereka menyembunyikan diri karena malu; mereka telanjang (bdk. Kej 3:8-10). Dan orang berdosa, ketika ia merasa malu, kemudian tergoda untuk bersembunyi. Dan Tuhan memanggil : "’Marilah, baiklah kita beperkara – sabda Tuhan’ (Yes 1:18); baiklah kita membicarakan dosamu, baiklah kita membicarakan situasimu. Jangan takut". Dan Ia melanjutkan : “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (ayat 18). “Marilah, karena Aku bisa mengubah segalanya”, Tuhan memberitahu kita. “Jangan takut untuk datang dan berbicara. Beranilah bahkan dengan kesusahanmu”.


Saya teringat akan santa yang begitu menyesal itu : ia banyak berdoa. Dan ia selalu berusaha memberikan kepada Tuhan segala yang diminta Tuhan kepadanya. Tetapi Tuhan tidak berkenan. Dan suatu hari ia sedikit marah kepada Tuhan, karena santa itu memiliki karakter yang memadai. Dan ia berkata kepada Tuhan, “Tetapi, Tuhan, aku tidak mengerti Engkau. Aku memberikan kepada-Mu segalanya, segalanya, dan Engkau selalu tidak puas, seolah-olah ada sesuatu yang kurang. Apa yang kurang?". "Berikan kepada-Ku dosa-dosamu: itu yang kurang". Milikilah keberanian untuk pergi dengan kesusahan kita dan berbicaralah kepada Tuhan : "Mari, marilah, baiklah kita membicarakannya! Jangan takut". “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba” (ayat 18).

Inilah undangan Tuhan. Tetapi selalu ada penipuan : ketimbang pergi berbicara dengan Tuhan, berpura-pura tidak menjadi orang-orang berdosa. Itulah sebabnya Tuhan mencela para ahli Taurat (lih. Mat 23: 1-12). Orang-orang ini melakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang : mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi" (ayat 5-7). Penampilan, kesombongan. Menutupi kebenaran hati kita dengan kesombongan. Kesombongan tidak pernah menyembuhkan! Kesombongan tidak pernah menyembuhkan. Sebaliknya, kesombongan meracuni, dan berlanjut sampai membuat hati sakit, menuntunmu menuju kekerasan hati yang mengatakan kepadamu : “Tidak, jangan pergi kepada Tuhan, jangan pergi. Tetaplah sendirian ...".

Kesombongan adalah tempat di mana kita menutup diri dari panggilan Tuhan. Sebaliknya, undangan Tuhan adalah undangan seorang ayah, seorang saudara : “Marilah! Baiklah kita berbicara, baiklah kita berbicara. Pada akhirnya saya bisa mengubah hidup saya dari merah menjadi putih”.

Semoga sabda Tuhan ini menguatkan kita. Semoga doa kita menjadi doa yang sejati : tentang kenyataan kita, tentang dosa-dosa kita, tentang kesusahan kita. Ia mengetahui, Ia mengetahui kita apa adanya. Kita mengetahuinya, tetapi kesombongan kita selalu mengundang kita untuk menutupinya. Semoga Tuhan membantu kita.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.