"Membakar habis kehidupan untuk tujuan yang mulia". Kesempatan ini ditawarkan kepada kaum muda saat ini yang, terbenam dalam "budaya konsumerisme" dan "budaya narsisme", sering kali tidak puas dan jarang bahagia. Itulah pokok permenungan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 10 Mei 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus memusatkan permenungannya pada kesaksian para misionaris - "kemuliaan Gereja kita" - yang ia diusulkan sebagai model untuk orang-orang muda.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 9 Mei 2016 : SOSOK ASING YANG SEMPURNA
Roh Kudus adalah sosok asing yang sempurna, tetapi Ia adalah "tawanan kemewahan" bagi banyak orang Kristen yang tidak menyadari-Nya. Namun Ia adalah sosok yang "menggerakkan Gereja", yang menuntun kita kepada Yesus dan membuat kita "nyata" sebagai lawan dari "orang-orang Kristen maya". Itulah yang disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Senin pagi, 9 Mei 2016, di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus mendesak kita untuk merenungkan peran sentral yang dimainkan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 6 Mei 2016 : ORANG KRISTEN TIDAK MEMBIUS PENDERITAANNYA
Seorang Kristen tidak mematirasakan rasa sakit, bahkan rasa sakit yang terkuat yang mengguncang imannya, dan ia tidak mengalami sukacita dan harapan seolah-olah selalu merupakan pesta sebelum Paskah. Sebaliknya, ia menemukan arti keberadaannya dalam gambaran seorang perempuan yang melahirkan : setelah bayinya lahir ia sangat senang sehingga ia tidak ingat lagi penderitaannya. Inilah gambaran yang diusulkan Yesus sendiri, yang diacu Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Jumat pagi, 6 Mei 2016, di Casa Santa Marta, Vatikan.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 3 April 2016 : MEMBUAT JALAN KITA
Yesus adalah jalan, dan bagi orang-orang Kristen perjalanan hidup adalah sisi salib dan sisi kebangkitan. Tetapi pada jalan tersebut ada orang-orang yang berhenti seperti "mumi-mumi rohani", yang keras kepala dan tersesat, yang menghabiskan hidup mereka berputar-putar, terpesona oleh keindahan duniawi. Dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi, 3 Mei 2016, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus memperingatkan terhadap sikap-sikap ini dan dengan tegas mengundang sebuah pemeriksaan batin untuk memeriksa pengalaman pribadi iman kita.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 2 Mei 2016 : ROH KUDUS MENGUATKAN KESAKSIAN BAHKAN DALAM PENGANIAYAAN
Ada "kesaksian ganda" dalam kehidupan Kristen : kesaksian Roh Kudus yang "membuka hati", menunjukkan kepada kita Yesus, dan kesaksian orang yang "dengan kuasa Roh Kudus" mewartakan "bahwa Tuhan hidup", bahkan dengan harga "membayar biaya" penganiayaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)





Print this page