HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA YUBILEUM UNTUK PARA TAHANAN 6 November 2016 : DENGAN BELAJAR DARI KESALAHAN-KESALAHAN MASA LALU, ANDA DAPAT MEMBUKA BABAK BARU KEHIDUPAN ANDA
Bacaan Ekaristi : 2Mak. 7:1-2,9-14; Mzm. 17:1,5-6,8b,15; 2Tes. 2:16-3:5; Luk. 20:27-38
Pesan yang ingin dibawa sabda Allah kepada kita hari ini tentunya pesan harapan.
Pesan yang ingin dibawa sabda Allah kepada kita hari ini tentunya pesan harapan.
Salah satu dari tujuh bersaudara yang dihukum mati oleh Raja Antiokhus Epifanes berbicara tentang "harapan yang dianugerahkan Allah sendiri, bahwa kami akan dibangkitkan kembali oleh-Nya" (2 Mak 7:14). Kata-kata ini mempertunjukkan iman para martir tersebut yang, meskipun penderitaan dan penyiksaan, tetap teguh dalam menatap masa depan. Iman mereka adalah iman yang, dengan mengakui Allah sebagai sumber harapan mereka, mencerminkan keinginan untuk mencapai sebuah kehidupan baru.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA UNTUK MENDOAKAN ARWAH PARA KARDINAL DAN USKUP YANG MENINGGAL DALAM KURUN WAKTU SETAHUN TERAKHIR 4 November 2016
Bulan November, yang mana kesalehan umat Kristen didedikasikan untuk mengenang umat beriman yang telah meninggal, membangkitkan setiap tahun dalam jemaat Gerejani pemikiran kehidupan setelah kematian dan terutama pemikiran perjumpaan pasti dengan Tuhan. Ia akan menjadi hakim peziarahan duniawi kita, seorang hakim yang wataknya penuh kerahiman dan berlimpah kasih setia, seperti diingatkan pemazmur kepada kita. Menyadari hal ini, kita berkumpul untuk berdoa di sekitar altar Tuhan bagi jiwa-jiwa para kardinal dan para uskup yang mengakhiri hari duniawi mereka sepanjang dua belas bulan terakhir. Dan seraya kita mempercayakan mereka, sekali lagi, terhadap kebaikan Bapa yang penuh kerahiman, kita memperbarui rasa syukur kita bagi umat Kristen dan kesaksian imami yang mereka tinggalkan bagi kita.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN DI PEMAKAMAN FLAMINIO, PRIMA PORTA (ROMA) 2 November 2016 : KRISTUS MEMBERI KITA HARAPAN - BAHKAN DALAM KEMATIAN
Ayub berada dalam kegelapan. Ia sebenarnya berada di ambang kematian. Dan, pada saat kesedihan yang mendalam, saat nestapa dan saat penderitaan itu, Ayub mewartakan harapan : "Aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu... yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain" (Ayb 19:25,27). Peringatan Arwah Semua Orang Beriman memiliki arti ganda ini. Rasa sedih : pemakaman menyedihkan, mengingatkan kita akan orang-orang terkasih kita yang telah pergi, ia mengingatkan kita juga akan masa depan, kematian, tetapi dalam kesedihan ini, kita membawa bunga, sebagai tanda harapan, saya bahkan bisa mengatakan tentang perayaan, tetapi selanjutnya, tidak sekarang. Dan kesedihan bercampur dengan harapan. Dan inilah apa yang kita semua rasakan hari ini dalam perayaan ini : kenangan akan orang-orang yang kita kasihi, di hadapan jasad mereka, dan harapan.
HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI MALMO, SWEDIA - 1 November 2016
Bacaan Ekaristi : Why 7:2-4.9-14; Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12a
Hari ini, bersama seluruh Gereja, kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Dalam melakukannya, kita mengingat bukan hanya mereka yang telah dinyatakan kudus selama berabad-abad, tetapi juga banyak saudara dan saudari yang, dengan cara yang lengang dan sederhana, menjalani kehidupan Kristen mereka dengan penuh iman dan kasih. Sesungguhnya di antara mereka berada banyak kerabat, teman dan kenalan kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)





Print this page