Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 10 Desember 2018 : MEMPERSIAPKAN NATAL DENGAN KETEGUHAN IMAN

Bacaan Ekaristi : Yes. 35:1-10; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Luk. 5:17-26.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa iman memberi kita keteguhan dan menunjukkan kepada kita cara menjamah hati Tuhan. Hal tersebut disampaikan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi 10 Desember 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 6 Desember 2018 : TIGA PASANG KATA KONTRAS DALAM KEHIDUPAN KRISTIANI

Bacaan Ekaristi : Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27.

Dalam Misa harian Kamis pagi 6 Desember 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus memusatkan homilinya pada tiga pasang kata, yang diambil dari Bacaan-bacaan Kitab Suci liturgi hari itu : berbicara dan bertindak; pasir dan batu karang; tinggi dan rendah.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 4 Desember 2018 : MASA ADVEN ADALAH MASA UNTUK MEMBANGUN DAMAI DALAM JIWA, KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKITAR

Bacaan Ekaristi : Yes. 11:1-10; Mzm. 72:2,7-8,12-13,17; Luk. 10:21-24.

Paus Fransiskus mendesak umat Kristiani guna mempersiapkan diri mereka untuk Natal pada Masa Adven ini dengan bersikap rendah hati dan berusaha membangun damai dalam jiwa mereka, dalam keluarga mereka dan di dalam dunia.

Dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi 4 Desember 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa mengupayakan damai mencakup tidak berbicara buruk dan merugikan orang lain, sedikit bagaikan meniru Allah, yang merendahkan diri-Nya.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 3 Desember 2018 : MASA ADVEN ADALAH MASA UNTUK MEMURNIKAN IMAN

Bacaan Ekaristi : 1Kor. 9:16-19,22-23; Mzm. 117:1,2; Mrk. 16:15-20.

Masa Adven memiliki tiga matra : masa lalu, masa depan, dan masa kini. Dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi 3 Desember 2018 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengingatkan bahwa Masa Adven, yang dimulai pada hari Minggu kemarin, adalah masa yang tepat "untuk memurnikan roh, karena membuat iman bertumbuh dengan pemurnian ini". Paus Fransiskus merenungkan Bacaan Injil liturgi hari itu (Mat 8:5-11), yang menceritakan pertemuan Yesus dengan seorang perwira yang meminta-Nya untuk menyembuhkan hambanya di Kapernaum. Bahkan saat ini, beliau menjelaskan, ada kemungkinan iman bisa menjadi sebuah kebiasaan bagi kita; kita bisa terbiasa menggunakannya, melupakan “kelincahannya.” Ketika iman menjadi kebiasaan, beliau mengatakan, “kita kehilangan kekuatan iman itu, kebaruan iman yang selalu diperbarui”.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 30 November 2018 : UMAT KRISTIANI HARUS MEMBERIKAN KESAKSIAN YANG DAPAT DIPERCAYA DENGAN KEHIDUPAN MEREKA

Bacaan Ekaristi : Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22.

Dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 30 November 2018, yang bertepatan dengan Pesta Santo Andreas, Rasul, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengundang umat untuk "meninggalkan segalanya guna berjalan maju dalam pemberitaan dan kesaksian, seperti yang dilakukan Petrus dan Andreas". Beliau juga mengundang umat Kristiani untuk dekat dengan Gereja Konstantinopel dan mendoakan kesatuan di antara Gereja-Gereja.