Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 10 Januari 2019 : KASIHMU TERHADAP ALLAH HANYA DAPAT DILIHAT JIKA KAMU MENGASIHI SESAMAMU

Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a.

Dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi, 10 Januari 2019, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa untuk mengasihi Allah secara nyata, kita juga harus mengasihi saudara dan saudari kita - mereka semua : baik orang-orang yang kita sukai maupun orang-orang yang tidak kita sukai. Paus Fransiskus juga mengatakan bahwa umat Kristiani yang baik tidak boleh lalai untuk mendoakan bahkan "musuh", atau tidak boleh memberi jalan kepada perasaan cemburu atau terlibat dalam pergunjingan yang merugikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 8 Januari 2019 : KETIDAKPEDULIAN BERTENTANGAN DENGAN KASIH ALLAH

Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.

Dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi, 8 Januari 2019, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengulas Bacaan Injil (Mrk 6:34-44) dan Bacaan Pertama (1 Yoh 4:7-10) liturgi hari itu.

Mengacu pada Bacaan Pertama, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Rasul Yohanes menjelaskan "bagaimana Allah mewujudkan kasih-Nya di dalam diri kita" dengan menulis, "Marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah". Inilah misteri kasih : Allah mengasihi kita terlebih dahulu. Ia mengambil langkah pertama. "Allah mengasihi kita meskipun kita tidak tahu bagaimana cara mengasihi" dan kita "membutuhkan belaian Allah untuk mengasihi", lanjut Bapa Suci. Langkah pertama yang diambil Allah adalah Putra-Nya. Ia mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita dan memberi makna bagi kehidupan kita serta memperbarui dan menciptakan kita kembali.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 7 Januari 2019 : PERWUJUDAN ADALAH UKURAN KEKRISTENAN

Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 3:22-4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25.

Dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi, 7 Januari 2019, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa perintah-perintah Allah "berwujud" dan perwujudannya adalah "ukuran" kekristenan.

Dengan melukiskan orang-orang kudus sebagai "orang-orang yang gila akan perwujudan", Paus Fransiskus mengharapkan mereka akan membantu kita mengarungi jalan ini dan memahami hal-hal berwujud yang diinginkan Tuhan, yang bertentangan dengan khayalan dan angan-angan para nabi palsu yang dibicarakan Santo Yohanes dalam bukunya yang pertama.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN 6 Januari 2019

Bacaan Ekaristi : Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12.

Hari Raya Penampakan Tuhan : kata ini menunjukkan pengejawantahan Tuhan, yang, seperti dikatakan Santo Paulus dalam Bacaan Kedua (bdk. Ef 3:6), menjadikan diri-Nya dikenal oleh semua bangsa, hari ini diwakili oleh para Majus. Dengan cara ini, kita melihat terungkapnya kemuliaan Allah yang telah datang untuk semua orang : semua bangsa, bahasa dan orang disambut dan dikasihi oleh-Nya. Hal tersebut dilambangkan oleh terang, yang menembus dan menyinari segala sesuatu.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH 1 Januari 2019 : ALLAH SENDIRI MEMBUTUHKAN SEORANG IBU, KITA PUN DEMIKIAN

Bacaan Ekaristi : Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21.

“Semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka” (Luk 2:18). Heran : inilah yang diminta dari kita hari ini, pada akhir Oktaf Natal, ketika kita terus merenungkan Sang Anak yang dilahirkan untuk kita, tidak memiliki segalanya namun berlimpah kasih. Keheranan adalah apa yang seharusnya kita rasakan di awal tahun, karena hidup adalah karunia yang terus menerus memberi kita kesempatan untuk membuat awal yang baru.