Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA BERSAMA KOMUNITAS NUOVI ORIZZONTI DI FROSINONE (ITALIA) 24 September 2019 : ALLAH SELALU MEMBANTU UNTUK MEMBANGUN KEMBALI HIDUPMU


Pada hari Selasa pagi 24 September 2019 Paus Fransiskus merayakan Misa Kudus bersama anggota Komunitas "Nuovi Orizzonti" selatan Roma. Misa dihadiri oleh ratusan orang terlantar yang telah dibantu oleh Komunitas "Nuovi Orizzonti" untuk mengatasi dan menangani bekas luka pelecehan, kemiskinan, ketergantungan dan penyakit mental.

Dalam homilinya Paus Fransiskus mendorong umat yang hadir untuk berani terus membangun kembali hidup mereka, meskipun mereka telah mengalami kesulitan dan kegagalan yang besar. Berkaca pada Bacaan dari Kitab Ezra yang menceritakan tentang pembangunan kembali bait Allah yang telah hancur lebur, Paus Fransskus mengatakan, “bukanlah hal yang mudah untuk membangun kembali”.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA DI ALBANO (ITALIA) 21 September 2019 : KITA BUKANLAH PENGAMAT KEHIDUPAN ORANG LAIN


Kisah yang baru saja kita dengar terjadi di Yerikho, kota terkenal yang dihancurkan pada zaman Yosua, yang, menurut Kitab Suci, tidak akan dibangun kembali (bdk. Hak 6) : kota tersebut seharusnya "kota yang terlupakan". Tetapi Yesus, kata Injil, 19:1 masuk dan berjalan melintasi (bdk. Luk 19:1). Dan di kota ini, yang berada di bawah permukaan laut, Ia tidak takut untuk mencapai tingkatan terendah, yang diwakili oleh Zakheus. Ia adalah seorang pemungut pajak, pada kenyataannya, "seorang kepala pemungut cukai", yaitu <salah satu dari> orang-orang Yahudi yang dibenci oleh orang-orang, yang mengumpulkan pajak untuk Kekaisaran Romawi. Ia adalah “seorang yang kaya” (ayat 2) dan mudah untuk memahami bagaimana ia menjadi seperti itu: dengan mengorbankan sesama warganya, mengeksploitasi sesama warganya. Di mata mereka, Zakheus adalah orang yang paling jahat, tidak bisa diselamatkan. Tetapi tidak di mata Yesus, yang memanggil namanya, Zakheus, yang berarti “Allah mengingat”. Di kota yang terlupakan, Allah mengingat orang yang paling berdosa.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 20 September 2019 : EMPAT CARA YANG HARUS DITEMPUH OLEH PARA PELAYAN TERTAHBIS GUNA MEMELIHARA KEDEKATAN


Bacaan Ekaristi : 1Tim. 6:2c-12; Mzm. 49:6-7,8-9,17-20; Luk. 8:1-3.

Dalam homilinya pada misa harian Jumat pagi 20 September 2019 di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus meminta doa untuk para imam dan para uskup agar mereka tidak akan pernah mengabaikan karunia pelayanan mereka. Selain itu beliau mendesak semua orang yang telah menerima karunia imamat untuk dekat satu sama lain dan dengan umat Allah.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 19 September 2019 : PELAYANAN ADALAH KARUNIA YANG HARUS DIRENUNGKAN


Bacaan Ekaristi : 1Tim. 4:12-16; Mzm. 111:7-8,9-10; Luk. 7:36-50.

Paus Fransiskus berkaca pada pelayanan para klerus dalam homilinya pada Misa harian Kamis pagi 19 September 2019 di Casa Santa Marta, Vatikan, yang dihadiri oleh sekelompok imam dan uskup yang merayakan 25 tahun tahbisan mereka. Beliau mengatakan Yesus menawarkan karunia ini kepada para diakon, imam, dan uskup agar mereka dapat melayani sesama.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 17 September 2019 : BELAS KASIHAN ADALAH BAHASA ALLAH


Bacaan Ekaristi : 1Tim. 3:1-13; Mzm. 101:1-2ab,2cd-3ab,5,6; Luk. 7:11-17.

Keutamaan belas kasihan adalah pokok permenungan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi 17 September 2019 di Casa Santa Marta, Vatikan. Belas kasihan adalah bahasa Allah, sedangkan sering kali bahasa manusia adalah bahasa ketidakpedulian. Beliau mengajak umat yang hadir untuk membuka hati terhadap belas kasihan dan tidak “menutup diri” dengan bersikap acuh tak acuh.