Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 10 Januari 2020 : KASIH TERUNGKAP LEWAT PERBUATAN NYATA


Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Luk. 5:12-16.

Kasih terungkap lewat perbuatan nyata. Dengan mengacu pada Bacaan Pertama liturgi hari itu (1Yoh. 5:5-13), yang bertemakan kasih, Paus Fransiskus menyampaikan hal tersebut dalam homilinya pada Misa harian Jumat pagi 10 Januari 2020 di Casa Santa Marta, Vatikan.

Rasul Yohanes, kata Paus Fransiskus, memahami apa itu kasih, mengalaminya, dan sebagaimana kasih tersebut masuk ke dalam hati Yesus, ia memahami bagaimana kasih itu mengejawantahkan dirinya. Dalam Suratnya, Bapa Suci melanjutkan, ia memberitahu kita bagaimana kita mengasihi dan bagaimana kita telah dikasihi.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 9 Januari 2020 : PERDAMAIAN DUNIA DIMULAI DENGAN PERDAMAIAN HATI


Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a.

Untuk berada di jalan menuju perdamaian, kita harus “tetap berada di dalam Tuhan” melalui kasih yang terlihat dalam “perkara-perkara kecil”. Kita tidak bisa "menjadi umat kristiani" jika kita bertindak sebagai "penabur perang" dalam keluarga, dalam lingkungan sekitar dan tempat kerja kita. Itulah pokok homili Paus Fransiskus yang disampaikannya dalam Misa harian Kamis pagi, 9 Januari 2020 di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 7 Januari 2020 : ROH KUDUS ADALAH JAMINAN BAHWA ALLAH TETAP DI DALAM KITA


Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44.

Roh Kudus adalah jaminan bahwa Allah tetap di dalam kita dan kita tidak percaya kepada roh dunia yang membuat kita tidak sadar hingga titik tidak bisa membedakan yang baik dari yang jahat. Hal tersebut disampaikan oleh Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Selasa pagi, 7 Januari 2020, di Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus mengacu pada Bacaan Pertama liturgi hari itu (1Yoh. 4:7-10) yang mengutip nasihat Yesus kepada murid-murid-Nya : "tetap berada di dalam Allah".

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN DI BASILIKA SANTO PETRUS (VATIKAN) 6 Januari 2020 : ORANG-ORANG MAJUS ADALAH TELADAN ORANG YANG SUDI MENYEMBAH ALLAH


Bacaan Ekaristi : Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 1:1-12.

Dalam Injil (Mat 2:1-12), orang-orang Majus mengawali dengan menyatakan alasan mengapa mereka datang : "Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia" (ayat 2). Penyembahan adalah akhir dan tujuan dari perjalanan mereka. Memang, ketika mereka tiba di Betlehem, "mereka melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia" (ayat 11). Begitu kita kehilangan indra penyembahan, kehidupan kristiani kita, yang merupakan sebuah perjalanan menuju Tuhan, bukan menuju diri kita sendiri, kehilangan arah. Injil memperingatkan kita tentang resiko ini, karena selain orang-orang Majus tak seorang pun yang sudi menyembah.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH (HARI PERDAMAIAN SEDUNIA KE-53) 1 Januari 2020


Bacaan Ekaristi : Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21.

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Putra-Nya, yang lahir dari seorang perempuan” (Gal 4:4). Lahir dari seorang perempuan : Yesus datang dengan cara ini. Ia tidak menampakkan diri di dunia sebagai orang dewasa tetapi, seperti dikatakan Injil kepada kita, Ia "dikandung ibu-Nya" (Luk 2;21). Di sanalah Ia menjadi manusia seperti kita : hari demi hari, bulan demi bulan. Di dalam rahim seorang perempuan, Allah dan umat manusia dipersatukan, tidak pernah terpisah lagi. Bahkan sekarang, di surga, Yesus hidup dalam daging yang Ia sandang dalam rahim ibu-Nya. Di dalam diri Allah, ada daging manusiawi kita!