Liturgical Calendar

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 30 April 2020 : HANYA BAPA YANG DAPAT MENARIK ORANG-ORANG KEPADA YESUS


Bacaan Ekaristi : Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51.


"Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa" : Yesus mengingatkan <kita> bahwa para nabi juga telah memeritakan hal ini sebelumnya. "Dan mereka semua akan diajar oleh Allah". Allahlah yang menarik <kita> untuk mengenal Putra. Tanpa hal ini, <kita> tidak bisa mengenal Yesus. Ya, ya, kita dapat belajar, juga belajar Kitab Suci, juga tahu bagaimana Ia dilahirkan, apa yang Ia perbuat : ya ini. Namun, mengenal diri-Nya, mengenal misteri Kristus hanya untuk mereka yang ditarik oleh Allah kepada hal ini.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 29 April 2020 : KITA DIPANGGIL KEPADA KENYATAAN


Bacaan Ekaristi : 1Yoh. 1:5-2:2; Mat. 11:25-30.


Dalam Surat Pertama Rasul Santo Yohanes, ada banyak kontras antara terang dan kegelapan, antara dusta dan kebenaran, antara dosa dan kesucian (bdk. 1 Yoh 1:5-7). Namun, Rasul Yohanes selalu memanggil kepada kenyataan, kepada kebenaran, dan ia mengatakan kepada kita bahwa kita tidak bisa berada dalam persekutuan dengan Yesus dan sekaligus berjalan dalam kegelapan karena Ia adalah Terang. Satu hal maupun hal lainnya : abu-abu bahkan lebih buruk karena abu-abu membuat kamu percaya bahwa kamu berjalan dalam terang karena kamu tidak berada dalam kegelapan dan hal ini menenangkanmu. Abu-abu sangat berbahaya - satu hal maupun hal lainnya.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 28 April 2020 : KESAKSIAN PALSU MENCIPTAKAN OPINI


Bacaan Ekaristi : Kis. 7:51-8:1a; Mzm. 31:3cd-4,6ab,7b,8a,17,21ab; Yoh. 6:30-35.


Dalam Bacaan Pertama hari-hari ini kita telah mendengarkan bagaimana kemartiran Stefanus, suatu hal yang sederhana, terjadi. Para ahli Taurat tidak mentolerir kejelasan ajaran dan, segera setelah ajaran tersebut diberitakan, mereka pergi untuk meminta seseorang mengatakan bahwa ia telah mendengar <orang lain> mengatakan bahwa Stefanus sedang menghujat Allah <dan> Hukum Taurat (bdk. Kis 6:11-14). Dan, setelah ini, mereka menyeretnya dan melempari dia dengan batu : hanya demikian (bdk. Kis 7:57-58). Ini bukan struktur tindakan yang pertama : mereka juga melakukan hal yang sama terhadap Yesus (bdk. Mat 26:60-62). Orang-orang yang ada di sana berusaha meyakinkan bahwa Ia adalah seorang penghujat dan mereka berteriak: "Salibkan Dia!" (Mrk 15:13). Kebrutalan, kebrutalan yang dimulai dari kesaksian palsu hingga “melakukan pembenaran”. Inilah skemanya. Ada juga kasus-kasus seperti itu dalam Kitab Suci : mereka melakukan hal yang sama terhadap Susana (bdk. Dan 13:1-64), mereka melakukan hal yang sama terhadap Nabot (bdk. 1 Raj 21:1-16); kemudian Haman, yang berusaha melakukan hal yang sama terhadap Umat Allah (bdk. Est 3:1-14). <Inilah> berita palsu, fitnah yang memanaskan orang-orang dan menyerukan keadilan. Inilah hukuman mati tanpa pengadilan, hukuman mati tanpa pengadilan yang sesungguhnya.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 27 April 2020 : INGATLAH PERJUMPAAN PERTAMA KITA DENGAN YESUS


Bacaan Ekaristi : Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24,26-27,29-30; Yoh. 6:22-29.


Orang-orang yang telah mendengarkan Yesus sepanjang hari, dan kemudian mendapatkan karunia penggandaan roti ini dan setelah melihat kuasa Yesus, ingin menjadikan-Nya raja. Pertama-tama mereka pergi kepada Yesus untuk mendengarkan sabda dan juga memohon kesembuhan orang sakit. Mereka tinggal sepanjang hari mendengarkan Yesus tanpa kenal bosan, tanpa kenal lelah : mereka ada di sana, bahagia. Kemudian ketika mereka melihat bahwa Yesus memberi mereka makan, sesuatu yang tidak mereka harapkan, mereka berpikir : "Tetapi Ia akan menjadi seorang penguasa yang hebat bagi kita dan tentunya Ia akan mampu membebaskan kita dari kekuasaan Romawi dan memajukan negara". Dan mereka bergairah untuk menjadikan-Nya raja. Niat mereka berubah karena mereka telah melihat dan mereka berpikir : "Baiklah ... karena seorang yang melakukan mukjizat ini, yang memberi makan orang-orang, dapat menjadi seorang penguasa yang baik" (bdk. Yoh 6:1-15). Tetapi pada saat kegairahan itu mereka telah melupakan bagaimana sabda Yesus terlahir di dalam hati mereka.

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 26 April 2020 : PERJUMPAAN DENGAN ALLAH MEMUASKAN KEHAUSAN KITA


Bacaan Ekaristi : Kis. 2:14,22-33; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; 1Ptr. 1:17-21; Luk. 24:13-35.


Berulang kali kita telah mendengar bahwa kekristenan bukan hanya sebuah ajaran, kekristenan bukan cara berperilaku, kekristenan sebuah bukan budaya. Ya, kekristenan adalah semua ini, tetapi yang lebih penting dan terutama, kekristenan adalah sebuah pertemuan. Seseorang adalah orang Kristiani karena ia bertemu dengan Yesus Kristus, ia memperkenankan dirinya "ditemui oleh-Nya".